Kumparan Logo

Erick Thohir: Tahun Ini Pemimpin Muda di BUMN Harus 5 Persen

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Menteri BUMN Erick Thohir mengingatkan target yang dicanangkannya yakni 5 persen jajaran pimpinan BUMN yang diisi anak muda pada tahun 2021. Target tersebut sejauh ini belum tercapai.

Erick mengatakan kebijakan atau target yang sudah disepakati bersama harus direalisasikan dengan baik.

“Saya tak segan mengulang, mengingatkan bahwa kita punya target tahun ini kepemimpinan muda harus 5 persen. Laporan terakhir baru 4 persen lebih. Di kesetaraan gender laporan terakhir malah baru 12 persen, dulu dilaporinnya 14 persen, ternyata 12 persen,” kata Erick saat acara yang ditayangkan di Youtube BUMN Muda, Rabu (25/8).

Menteri BUMN Erick Thohir berbicara di hadapan peserta Milenial Fest 2019 di Jakarta, Sabtu (14/12/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Erick mengakui masih ada waktu sampai Desember untuk mengejar target tersebut. Namun, ia tidak mau memaksakan target itu asal tercapai saja. Sebab, pemimpin yang dipilih harus mempunyai kapabilitas dan disepakati bersama. Sehingga tidak boleh asal-asalan.

“Memilih seorang pemimpin itu adalah tonggak yang penting untuk sebuah korporasi karena kalau salah memilih akhirnya ini menjadi snow ball yang parah, yang malah tidak baik, tetapi tantangan itu harus menjadi challenge kita bersama, harus dilakukan,” ujar Erick.

kumparan post embed

Erick menjelaskan diperlukannya kapabilitas pemimpin tidak terlepas dari target berat yang sudah menanti. Ia mengungkapkan, sampai 2023 harus mencapai 88 target. Selain itu, tentu ada target lainnya di masing-masing perusahaan.

“Belum lagi bagaimana kemarin kita sepakati tahun depan ada perubahan CSR signifikan bahwa keberpihakan pendidikan yang jadi utama. Kedua, penghijauan atau lingkungan hidup. Ketiga, keberpihakan UMKM bisa terjadi bukan lip service. Ini bukan sesuatu yang baru tapi kita ingin memastikan terimplikasi,” tutur Erick.