Kumparan Logo
Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri BUMN Erick Thohir.

Erick Thohir Targetkan Vaksinasi Berbayar untuk 75 Juta Orang Bulan Depan

kumparanBISNISverified-green

comment
7
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri BUMN Erick Thohir. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pemerintah akan melakukan vaksinasi secara bertahap dengan menggunakan dua skema. Pertama yaitu vaksinasi mandiri atau berbayar dan kedua vaksinasi bantuan pemerintah.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir mengatakan, perusahaan pelat merah bakal melakukan penyuntikan vaksin mandiri alias berbayar kepada 75 juta orang.

"Jadi Insyaallah target 75 juta bulan depan Januari sudah bisa terlaksana. Ada yang namanya vaksin bantuan pemerintah dan ada yang namanya vaksin mandiri," kata dia dalam webinar yang diselenggarakan Shopee, Sabtu (12/12).

Petugas menaikkan kontainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac ke atas truk di Bandara Soekarno-Hatta Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Erick pun menjelaskan, pemerintah akan bekerja sama dengan pihak rumah sakit swasta untuk melaksanakan vaksinasi mandiri. Mantan Pemilik Inter Milan ini memperkirakan vaksinasi mandiri akan rampung dalam 9 bulan atau sekitar September 2021. Menurutnya, vaksinasi akan dilakukan pada sekitar 13 juta orang per bulan.

"Tahun depan kalau kita mulai Januari sudah bisa terlaksana. Nah ini targetnya," tambahnya.

kumparan post embed

Pada saat yang sama, dia bilang distribusi vaksin akan dikontrol penuh dengan pemerintah, namun tak menutup kemungkinan akan bekerja sama dengan pihak swasta pada tahap selanjutnya.

Erick pun menyebut, telah memutuskan menggunakan vaksin dari AS, Arab, dan China.

“Kita tadi sesuai dengan keputusan surat Kemenkes kita pakai vaksin AS, Arab, dan China. Kita ingin kembali ekonomi kita bergairah,” tutupnya.