Erick Thohir Traktir Bensin ke Bapak Tua di Kendal, Syaratnya Dukung Persis Solo

Menteri BUMN Erick Thohir mentraktir 200 liter bensin kepada salah seorang bapak tua saat kunjungan kerja ke Pertashop Pertamina di Kendal, Jawa Tengah. Hal itu diunggah di akun Instagram pribadinya, Minggu (2/5).
Ada kejadian lucu saat Erick mentraktir bensin. Dia meminta si bapak tua bertopi putih untuk mengganti kaus klub bola (jersey) Arema yang digunakan. Dia juga meminta si bapak mendukung klub Persis Solo.
"Saya yang bayar tapi bajunya jangan Arema lagi dong. Persis Solo. Jadi saya isiin, tapi habis ini dukung Persis Solo ya," kata Erick kepada si bapak tua sambil tertawa, dikutip kumparan, Senin (3/5).
Si bapak tua mengaku tidak masalah dengan tawaran Erick. Sebab, jersey bertuliskan Arema yang digunakannya pemberian orang, bukan klub bola yang didukungnya yaitu, PSIS Semarang.
Dia memberikan sesuatu ke si bapak tua, termasuk akan memberikan jersey Persis Solo. Menurut Erick sikap si bapak yang tidak masalah jika menggunakan jersey Persis Solo perlu dicontoh karena menunjukkan seorang suporter bola seharusnya tidak keberatan dan aman-aman saja ketika bercanda seputar klub bola yang lain.
Seperti diketahui, Persis Solo merupakan klub bola dari Solo, Jawa Tengah, yang baru-baru ini sahamnya dibeli olehnya bersama dengan anak bontot Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.
Anak Erick Thohir, yaitu Mahendra Agakhan Thohir bahkan menjadi Presiden Komisaris PT Persis Solo Saestu (PSS) atau Persis Solo. Sementara Kaesang menjadi dirutnya.
Setelah guyon klub favorit nasional, Erick kembali kepo dengan klub bola internasional dari si bapak tua. Lagi-lagi jawabannya tidak sesuai harapan Erick sebab si bapak lebih memilih AC Milan ketimbang Inter Milan.
"Ya sudah, tidak semua masyarakat Indonesia tau memang," kata Erick mengakhiri obrolan dengan si bapak.
Erick merupakan mantan investor di Inter Milan. Dia pernah membeli saham klub bola berjuluk Nerazzurri itu dari Massimo Moratti pada Oktober 2013.
Namun pada 2016, dia mulai melepas sahamnya secara bertahap. Saat itu, dia menjualnya senilai USD 307 juta atau sekitar Rp 4 triliun ke Suning Group. Tiga tahun setelahnya atau pada 2019 saat sibuk menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, dia kembali melepas sahamnya sebesar 31,05 persen ke investor asal China, LionRock Capital.
Ketika masuk sebagai Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Erick mengaku sudah berkomitmen untuk melepas sisa kepemilikan sahamnya di Inter Milan. Ia tak ingin Inter Milan terseret-seret kegiatan politik. Uang penjualan sahamnya digunakan untuk membayar utang.
