Kumparan Logo

Erick Thohir Tunjuk Eks Dirut Pupuk Indonesia Jadi Komisaris Semen Indonesia

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat. Foto: Ela Nurlaela/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat. Foto: Ela Nurlaela/kumparan

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mengangkat mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pupuk Indonesia (Persero), Aas Asikin Idat, sebagai komisaris independen Perseroan. Pengangkatan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Semen Indonesia, Senin (29/3).

Dalam RUPS Tahunan itu, salah satu agenda pergantian pengurus menetapkan pemberhentian dengan hormat Mochamad Choliq sebagai komisaris independen. Posisinya digantikan oleh Aas Asikin Idat.

"Rapat juga mengubah nomenklatur jabatan Direksi Perseroan yaitu semula Direktur Keuangan menjadi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko," kata Direktur utama Semen Indonesia, Hendi Prio Santoso, dalam pernyataannya dikutip kumparan Selasa (30/3).

Aas Asikin Idat sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) pada 2015. Saat itu dia menggantikan Arifin Tasrif yang kini menjabat Menteri ESDM. Sebelum memimpin Holding BUMN industri pupuk itu, Aas pernah memimpin PT Pupuk Kaltim dan juga PT Pupuk Kujang.

Pada Agustus 2020 lalu, Menteri BUMN Erick Thohir memberhentikan Aas Asikin Idat dari posisinya sebagai Dirut PT Pupuk Indonesia (Persero), digantikan oleh Bakir Pasaman. Kini Erick Thohir mendapuk Aas jadi Komisaris Independen Semen Indonesia.

Semen Indonesia Bagi Dividen Rp 1,12 Triliun

Selain itu, RUPS Tahunan Semen Indonesia juga menyetujui pembagian dividen sebesar 40 persen atau senilai Rp 1,12 triliun kepada pemegang saham.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk memperkenalkan logo baru pada Selasa (11/2) di Jakarta Convention Center. Foto: Muhammad Amirudin Aziz

“Rapat menyetujui penetapan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun 2020 sebesar Rp 2,79 triliun. Sebesar 40 persen atau Rp 1,12 triliun dialokasikan untuk dividen, dan sebesar 60 persen atau Rp 1,67 triliun sebagai cadangan lainnya,” ujar Hendi.

Menurut Hendi, meski ekonomi nasional lesu akibat pandemi COVID-19, Semen Indonesia mencatatkan kenaikan laba tahun 2020 yang dapat distribusikan ke pemilik entitas induk sebesar 16,73 persen menjadi Rp 2,79 triliun dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 2,39 triliun.

Sepanjang tahun 2020, perseroan mampu menjaga kinerja melalui berbagai inisiatif strategis, beban pokok pendapatan mengalami penurunan yang lebih besar dibandingkan dengan penurunan pendapatan, sehingga mampu meningkatkan marjin EBITDA menjadi 25,80 persen.

Selain itu, Perseroan juga melakukan pengelolaan arus kas secara disiplin, serta menerapkan kebijakan belanja modal yang ketat, sehingga mampu mengelola arus kas dari aktivitas operasi tetap positif.

“Di tengah ketatnya persaingan industri semen dalam negeri, Perseroan melakukan penjualan ekspor ke berbagai negara seperti Australia, Bangladesh, Sri Lanka dan Cina,” ujar Hendi.

Secara keseluruhan, kondisi ekonomi dan industri semen di Indonesia mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19, serta persaingan yang ketat, Namun Perseroan mampu melalui tahun 2020 dengan pencapaian kinerja yang baik, khususnya dalam hal efisiensi.

SIG terus mengoptimalkan potensi pasar baru dan menghadirkan berbagai solusi di bidang building material, tahun 2020 meluncurkan produk Masonry Cement maupun pengembangan digital marketing dengan menghadirkan beberapa platform seperti Sobat Bangun, Akses Toko serta Official Store untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mendapatkan produk Semen Indonesia Group (SIG).