Erick Thohir Tunjuk Purnawirawan Polisi Arief Sulistyanto jadi Komisaris ASABRI
ยทwaktu baca 3 menit

Menteri BUMN, Erick Thohir menunjuk Arief Sulistyanto sebagai Komisaris Independen PT ASABRI (Persero) dalam Rapat Umum Pemegang Saham. Keputusan itu sekaligus memberhentikan memberhentikan dengan hormat Komjen. Pol. (Purn) Ari Dono Sukmanto.
"Kekuatan baru diperoleh PT ASABRI melalui penguatan jajaran dewan komisaris, yaitu Komjen. Pol. (Purn) Dr. Drs. Arief Sulistyanto, M.Si., selaku Komisaris Independen, berdasarkan Salinan Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Selaku Rapat Umum Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT ASABRI Nomor SK-36/MBU/02/2024," tulis Asabri dalam postingan Instagram @asabri_official, dikutip Rabu (6/3).
Lebih lanjut, Asabri berharap kolaborasi antara Arief Sulistyanto sebagai Komisaris Independen bersama jajaran Dewan Komisaris dan Direksi dapat lebih meningkatkan kualitas layanan kepada peserta. Serta dapat melakukan transformasi, dan peningkatan inovasi berbasis digital.
Direktur Utama PT Asabri, Wahyu Suparyono mengatakan, pihaknya senantiasa melakukan transformasi dan perbaikan di berbagai lini. Melalui berbagai upaya untuk menjaga keberlangsungan bisnis perusahaan.
"Manajemen Asabri terus fokus meningkatkan kualitas kinerja selaras dengan semangat yang tertuang dalam tagline tahun 2024 yaitu kita berkualitas kita hebat," ungkapnya.
Profil Arief Sulistyanto
Komjen Arief Sulistyanto menjabat sebagai Kabaharkam Polri sejak Februari 2021 silam. Sebelumnya, Komjen Arief bertugas sebagai Kalemdiklat Polri.
Pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur, 24 Maret 1965 itu merupakan lulusan Akpol 1987 dan berpengalaman di bidang reserse.
Sebelum menjabat sebagai Kalemdiklat Polri, Komjen Arief pernah menempati posisi sebagai Kabareskrim pada tahun 2018 lalu. Arief juga tercatat sebagai anggota tim khusus penyelidikan perkara Munir di tahun 2007, saat dirinya bertugas di Bareskrim. Arief juga menyidik kasus Gayus Tambunan, Labora Sitorus, hingga Bumiputera.
Arief Sulistyanto, doktor di bidang pencucian uang ini, juga termasuk perwira yang rajin melaporkan hartanya. Terdapat 6 laporan LHKPN Komjen Arief Sulistyanto di situs KPK. Berikut datanya:
Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri (25 Januari 2012): Total Harta Rp 12.068.516.564
Kapolda Kalimantan Barat (9 Agustus 2015): Total harta Rp 13.525.516.564
Kabareskrim (14 Januari 2019): Total harta Rp 14.357.288.716
Kalemdiklat (9 Maret 2020): Total harta: Rp 14.431.347.591
Kalemdiklat (17 Februari 2021): Total harta Rp 14.527.347.630
Kabaharkam (16 Maret 2022): Total harta Rp 14.721.025.394
Berikut rincian harta kekayaan yang terakhir dilaporkan Komjen Arief pada 2022:
Tujuh bidang tanah serta enam bidang tanah disertai bangunan di Jakarta Timur, Kota Bekasi, Kota Karanganyar, Kota Batam, Jakarta Selatan dan Kota Pekanbaru dengan nilai Rp 7.142.244.000
Kendaraan berupa Toyota Kijang Innova 2011; Alphard 2009; Avanza 2009; Jeep Hard Top 1984; dan Innova Venturer 2018 dengan nilai Rp 1.633.000.000
Harta bergerak lainnya: Rp 2.276.000.000
Kas dan setara kas: Rp 3.669.781.394
Total: Rp 14.721.025.394
