Kumparan Logo

Erupsi Anak Krakatau, Bandara Husein Sastranegara Bandung Ditutup Sementara

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas membersihkan kaca ruang tunggu di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/8/2025). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
zoom-in-whitePerbesar
Petugas membersihkan kaca ruang tunggu di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/8/2025). Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Bandara Husein Sastranegara Bandung menghentikan sementara operasional penerbangan menyusul meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. Penghentian operasional ini berlaku hingga pukul 16.00 WIB pada Minggu (6/9).

Penutupan tersebut berdasarkan NOTAM (Notice to Airmen) C1086/26 yang diterbitkan AirNav Indonesia.

“Penutupan Bandara Husein Sastranegara berlaku mulai pukul 12.07 WIB dengan estimasi dibuka kembali pada pukul 16.00 WIB pada 6 September 2026,” ujar EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia, Hermana Soegijantoto, dalam keterangan tertulis, Minggu (6/9).

Selain Bandara Husein, Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusumah dan Radin Inten II, Bandara Budiarto (WIRR) juga masih berstatus closed berdasarkan NOTAM C1079/26, dengan estimasi dibuka kembali pukul 13.30 WIB.

Sementara Bandara Pondok Cabe (WIHP) berstatus closed berdasarkan NOTAM C1080/26, dengan estimasi dibuka kembali pukul 14.00 WIB.

Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (5/9/2026). Foto: Muhammad Bagus Khoirunas/ANTARA FOTO

“Dengan perkembangan tersebut, terdapat 6 bandar udara yang saat ini tercatat berstatus closed akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, yaitu Husein Sastranegara, Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Radin Inten II, Budiarto, dan Pondok Cabe,” jelas Hermana.

AirNav Indonesia terus memantau perkembangan kondisi ruang udara dan sebaran abu vulkanik. Pembaruan informasi aeronautika dilakukan sesuai perkembangan kondisi untuk mendukung keselamatan penerbangan.

AirNav Indonesia juga terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan penerbangan untuk memastikan informasi terkait kondisi ruang udara dan pelayanan navigasi penerbangan tersampaikan secara tepat waktu.

Adapun dalam akun Instagram resminya, pengelola bandara menyampaikan bahwa keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan.

Pihak bandara mengimbau seluruh penumpang untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum melakukan perjalanan.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Terima kasih atas perhatian, pengertian, dan kerja sama seluruh pengguna jasa Bandara Husein Sastranegara Bandung,” tulis keterangan tersebut.