Kumparan Logo

Esai Foto: Dari Prabumulih Sulap Serat Nanas Jadi Kapas Berkualitas

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pekerja menunjukkan aju hasil produksi serat daun nanas di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pekerja menunjukkan aju hasil produksi serat daun nanas di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Di Prabumulih, Sumatera Selatan, limbah yang sering terabaikan kini disulap menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.

Limbah daun nanas sebelum diolah di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Limbah daun nanas sebelum diolah di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Koperasi Miwa Pineapple, binaan PT Pertamina Gas (Pertagas), telah menemukan cara kreatif memanfaatkan daun nanas yang selama ini hanya menjadi sisa perkebunan.

Pekerja melakukan ekstaksi daun nanas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan
Pekerja menghaslukan serat kasar hasil ekstaksi daun nanas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Setiap harinya, sekitar 500 kilogram daun nanas diolah menjadi 12,5 kilogram kapas staple berkualitas tinggi.

Distribusi serat daun nanas usai diekstaksi di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Prosesnya cukup panjang namun menarik. Dimulai dari ekstraksi serat daun nanas, hasilnya berupa serat kasar yang kemudian dihaluskan, dicuci, dikeringkan, hingga akhirnya berubah menjadi kapas halus siap pakai.

Pekerja menjemur serat kasar hasil ekstaksi daun nanas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Tak hanya itu, sisa ekstraksi yang tidak terpakai pun tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi pakan ternak.

Pekerja menjemur serat kasar hasil ekstaksi daun nanas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Dengan prinsip zero waste, koperasi ini berhasil memanfaatkan setiap bagian dari daun nanas secara optimal.

Serat kasar dari daun nanas yang dijemur usai diekstaksi dan dibersihkan perkerja di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Dari hulu hingga hilir, semua dimaksimalkan untuk menghasilkan produk yang bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai strategis bagi banyak sektor, mulai dari industri tekstil hingga pertahanan.

Pekerja megambil kapas dari mesin di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan

Apa yang awalnya dianggap sampah, kini menjadi “emas hijau” yang menghidupi banyak orang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.

Pekerja mengolah serat kasar daun nanas dengan mesin pembuat kapas di Rumah Produksi Koperasi Miwa di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, Kamis (18/9/2025). Foto: Syawal Febrian Darisman/kumparan