Esai Foto: Dari Prabumulih Sulap Serat Nanas Jadi Kapas Berkualitas
·waktu baca 1 menit

Di Prabumulih, Sumatera Selatan, limbah yang sering terabaikan kini disulap menjadi sesuatu yang bernilai tinggi.

Koperasi Miwa Pineapple, binaan PT Pertamina Gas (Pertagas), telah menemukan cara kreatif memanfaatkan daun nanas yang selama ini hanya menjadi sisa perkebunan.
Setiap harinya, sekitar 500 kilogram daun nanas diolah menjadi 12,5 kilogram kapas staple berkualitas tinggi.
Prosesnya cukup panjang namun menarik. Dimulai dari ekstraksi serat daun nanas, hasilnya berupa serat kasar yang kemudian dihaluskan, dicuci, dikeringkan, hingga akhirnya berubah menjadi kapas halus siap pakai.
Tak hanya itu, sisa ekstraksi yang tidak terpakai pun tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi pakan ternak.
Dengan prinsip zero waste, koperasi ini berhasil memanfaatkan setiap bagian dari daun nanas secara optimal.
Dari hulu hingga hilir, semua dimaksimalkan untuk menghasilkan produk yang bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga bernilai strategis bagi banyak sektor, mulai dari industri tekstil hingga pertahanan.
Apa yang awalnya dianggap sampah, kini menjadi “emas hijau” yang menghidupi banyak orang sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
