Esai Foto: Pilar Ketahanan Energi dari Sumatera untuk Indonesia
·waktu baca 1 menit

Di balik api yang menyala di dapur rumah tangga hingga energi yang menggerakkan roda industri, terdapat peran besar PT Perta-Samtan Gas. Perusahaan yang menjadi anak usaha PT Pertamina Gas (Pertagas) ini sejak lama menjadi salah satu penopang utama pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia.

Berdiri pada 7 Mei 2008, Perta-Samtan Gas lahir dari kerja sama strategis antara Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan melalui program Government to Government (G2G). Sejak itu, perusahaan ini memainkan peran penting dalam menjaga ketahanan energi nasional, khususnya pasokan LPG yang menjadi kebutuhan vital masyarakat sehari-hari.
Dua fasilitas utama menjadi “jantung” operasional Perta-Samtan Gas, yaitu Kilang Ekstraksi di Prabumulih dan Kilang Fraksinasi di Sungai Gerong, Sumatera Selatan. Dari kilang inilah gas diproses dan kemudian didistribusikan ke Pertamina Patra Niaga untuk diolah lebih lanjut hingga menjadi LPG dalam berbagai ukuran tabung.
Setiap tahunnya, Perta-Samtan Gas berkontribusi sekitar 9 persen dari total produksi LPG nasional, yakni sekitar 1,96 juta metrik ton. Angka ini menjadikan perusahaan tersebut sebagai salah satu pilar penting dalam memastikan ketersediaan energi di Indonesia.
