Kumparan Logo

ESDM: Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca Lampaui Target di Kuartal III 2021

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi emisi gas rumah kaca. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi emisi gas rumah kaca. Foto: Shutter Stock

Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM mencatat realisasi pengurangan emisi efek gas rumah kaca hingga kuartal III 2021 sudah melampaui target. Saat ini realisasinya mencapai 69,47 juta ton CO2e.

Targetnya, pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 67 juta ton CO2e. Namun dalam hal bauran EBT, terjadi penurunan di kuartal III 2021.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, porsi bauran EBT di kuartal III yakni sebesar 107,74 MBOE. Jika dalam persentase, porsi bauran EBT hanya 11 persen.

"Porsi bauran EBT, sekarang porsi bauran EBT di angka 11 persen. Kalau ingat 2020 itu 11,2 persen, nah sekarang angka 11 persen," ujar Dadan dalam konferensi pers virtual, Jumat (22/10).

Sementara gas bumi mengambil porsi 19 persen, minyak bumi 32 persen. Yang terbesar yakni porsi minyak bumi sebesar 38 persen.

Untuk realisasi penambahan kapasitas terpasang PLT EBT, hingga kuartal III 2021 baru mencapai 376,04 Megawatt. Targetnya yakni 854,78 Megawatt.

Untuk implementasi B30, realisasinya saat ini baru 6,64 juta KL. Dalam targetnya, implementasi B30 mencapai 9,2 juta KL.

Sedangkan capaian tingkat kandungan dalam negeri atau TDKN di subsektor EBTKE, untuk PLTS realisasinya mencapai 47 persen, dari target terpasang 40 persen.

"Kalau kita membangun pembangkit listrik berbasis EBT ini TKDN-nya berapa, jadi bukan dari sisi pengoperasian sehari-hari. Jadi ini dari sisi capex. Dari biaya pembangunan, targetnya 40 persen PLTS dan alhamdulillah sudah melewati target," jelasnya.

Kemudian PLTB realisasinya baru 29 persen, dari target 40 persen. PLTA realisasinya mencapai 80,8 persen dari target 70 persen. Sedangkan PLTP mencapai 38,25 persen, dari target 35 persen.