ESDM soal Harga BBM Nonsubsidi Tak Berubah di Oktober: Sudah Sesuai Keekonomian

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan harga BBM nonsubsidi tidak mengalami perubahan pada awal Oktober 2026 karena sudah sesuai harga keekonomian.
PT Pertamina Patra Niaga menahan harga BBM nonsubsidi per 1 Oktober 2026, termasuk Pertamax (RON 92). Harganya saat ini tetap sama dengan awal September 2026.
Yuliot menyebut keputusan ini seharusnya sudah melalui evaluasi antara perusahaan bersama dengan Ditjen Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas)
"Untuk Pertamax ini menyesuaikan dengan keekonomian. Jadi seharusnya itu dari Dirjen Migas sudah menyampaikan evaluasi," tegasnya saat ditemui di kantor Kementerian ESDM, Jumat (2/10).
Sebelumnya, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth Verieza Dumatubun, mengatakan harga masih mengacu perubahan terakhir pada 2 September 2026.
“Per 1 Oktober harga BBM baik subsidi dan nonsubsidi masih tetap sama dengan harga per bulan September,” ungkap Roberth kepada kumparan, Kamis (1/10).
Roberth menjelaskan harga BBM subsidi tidak ada perubahan karena mengacu pada kebijakan pemerintah setidaknya hingga akhir 2026, sementara penetapan harga BBM nonsubsidi berdasarkan hasil evaluasi perusahaan.
“BBM subsidi sesuai kebijakan pemerintah tetap sampai dengan akhir tahun 2026. BBM nonsubsidi dalam evaluasinya sampai ini juga masih sama,” jelas Roberth.
Berdasarkan laman Pertamina Patra Niaga, harga yang tertera memang belum ada perubahan sejak 2 September 2026. Untuk wilayah DKI Jakarta, produk bensin meliputi Pertamax Turbo (RON 98) seharga Rp 19.600 per liter, Pertamax Green 95 dibanderol Rp 19.150 per liter, dan Pertamax Rp 15.950 per liter.
Sementara untuk produk diesel yakni Dexlite seharga Rp 23.700 per liter dan Rp 25.200 per liter. Sama halnya dengan BBM subsidi masih sama, yakni Pertalite Rp 10.000 per liter dan Bio Solar Rp 6.800 per liter.
