Faisal Basri soal Pertumbuhan Ekonomi RI: Ibarat Olimpiade, Tidak Dapat Medali
·waktu baca 2 menit

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 7,07 persen di kuartal II 2021 tidak boleh langsung dianggap keberhasilan. Ekonom Faisal Basri mengatakan, capaian tersebut tidak boleh hanya dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal sebelumnya.
Faisal mengibaratkan perekonomian Indonesia mengikuti ajang olimpiade yang pertumbuhannya harus dibandingkan dengan negara-negara lain.
“Ibaratnya kalau kita ikut olimpiade kita tidak bisa membandingkan diri kita sekarang dengan diri kita kemarin, tidak dapat medali. Jadi kita bandingkan dengan peserta olimpiade yang lain,” kata Faisal saat webinar yang ditayangkan di Youtube BKPM, Jumat (6/8).
Negara lain saat ini memang mengalami persoalan yang sama karena pandemi COVID-19. Faisal menilai perekonomian Indonesia proses pemulihannya masih kalah dengan Singapura.
"Nah kalau saya bandingkan misalnya dengan Singapura itu kecepatan recovery-nya sekitar 27 persen. Sementara Indonesia kecepatan recovery-nya hanya sekitar 14 persen,” ujar Faisal.
Faisal membandingkan kecepatan recovery tersebut pertumbuhan ekonomi triwulan II 2021 dengan triwulan II 2020. Menurutnya perbandingan tersebut tepat karena di kuartal II 2020 hampir semua negara mengalami kemerosotan ekonomi atau kontraksi yang dalam.
“Jadi kalau saya kurangi pertumbuhan ekonomi 2021 triwulan II dengan II 2020 Indonesia itu tergolong paling lambat. Nomor satu paling tinggi Singapura, kedua Uni Eropa, ketiga Filipina, keempat AS, kelima China dan lain-lain,” ungkap Faisal.
Untuk itu, Faisal menganggap pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III masih kalah dibandingkan negara lainnya. Ia menegaskan kalau dalam gelaran olimpiade khusus ekonomi, Indonesia tidak masuk final atau tidak dapat medali.
“Ya tidak (dapat medali), karena ada sejumlah indikator lagi ini kan triwulan kedua April, Mei, Juni. Data Juli dan Agustus menunjukkan bahwa recovery Indonesia paling lambat,” tutur Faisal.
Menanggapi pernyataan Faisal, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia menjelaskan kalau diibaratkan olimpiade berarti saat ini perlombaan belum selesai. Sehingga Indonesia belum bisa disimpulkan tidak dapat medali.
“Kalau saya menganalogikan seperti olimpiade kita ini belum babak final karena hasil dari setahun pertumbuhan di Desember. Tapi tidak apa-apa ini potret menuju semifinal dan final,” terang Bahlil.
