Kumparan Logo

Fakta-fakta Netflix yang Akhirnya PHK 150 Pekerja

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kolase poster film Netflix. Foto: Netflix
zoom-in-whitePerbesar
Kolase poster film Netflix. Foto: Netflix

Perusahaan streaming asal AS, Netflix, melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada 150 karyawannya. Pasalnya, Netflix kehilangan pelanggan untuk pertama kalinya dalam satu dekade terakhir.

Netflix juga mengatakan, PHK karyawan karena penurunan pendapatan perusahaan. Saat ini perusahaan tengah berjuang untuk melawan beralihnya pelanggan ke platform baru.

“Perubahan ini terutama didorong oleh kebutuhan bisnis daripada kinerja individu, yang membuatnya sangat sulit karena tidak ada dari kita yang ingin mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan hebat seperti itu," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari BBC, Rabu (18/5).

Namun sayangnya, Netflix tidak mengungkap bagian bisnis mana yang akan kehilangan pekerjaan. Namun beberapa orang mengungkapkan kehilangan pekerjaan mereka lewat media sosial. Berikut ini kumparan rangkum fakta-fakta Netflix yang akhirnya PHK 150 pekerja.

Netflix Kehilangan 200.000 Pelanggan

Ilustrasi Suami dan Istri Nonton Netflix. Foto: Shutter Stock

Adapun pada bulan lalu, layanan streaming raksasa itu mengungkapkan telah kehilangan 200 ribu pelanggan di kuartal I 2022. Bahkan angka tersebut diprediksi akan terus bertambah hingga 2 juta pelanggan yang pada kuartal mendatang.

Adapun tingginya inflasi dan Invasi Rusia-Ukraina ikut berkontribusi pada hilangnya pelanggan Netflix selama lebih dari satu dekade.

Padahal di tahun ini Netflix menargetkan peningkatan 2,5 juta pelanggan. Namun, penangguhan layanannya di Rusia dan penghentian semua keanggotaan berbayar Rusia justru mengakibatkan hilangnya 700.000 pelanggan.

Netflix juga diperkirakan mengalami kerugian di masa depan. Padahal, selama pandemi Covid-19, Netflix sebagai perusahaan streaming dapat berkembang begitu pesat.

Hadapi Persaingan Ketat

Tampilan aplikasi Disney Plus Hotstar. Foto: kumparan

Meski saat ini Netflix masih memiliki 220 juta pelanggan secara global, tapi tak dipungkiri perusahaan sedang menghadapi persaingan yang ketat dalam beberapa tahun terakhir dengan platform pesaing seperti Disney Plus, HBO, dan Amazon’s Prime Video.

Untuk itu, saat ini Netflix sedang mencari model bisnis baru yakni dengan memungkinkannya memang iklan yang lebih murah dan berencana menindak berbagi atau sharing password bagi para pelanggan rumah tangga.

Di mana praktik berbagi password itu sudah berlangsung lama. Apalagi, Netflix juga berupaya membuat pertumbuhan anggota dengan menaikan harga akibat persaingan yang semakin ketat.