Bisnis
·
21 September 2020 8:16

Fakta-fakta Pedagang Pasar Positif Virus Corona, Jumlahnya Terus Bertambah

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Fakta-fakta Pedagang Pasar Positif Virus Corona, Jumlahnya Terus Bertambah (18809)
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Pedagang pasar menjadi salah satu yang berisiko terpapar virus corona. Sejak awal pandemi muncul, pasar merupakan tempat yang dikhawatirkan menjadi penularan virus tersebut.
ADVERTISEMENT
Kekhawatiran tersebut terbukti dengan berdasarkan data dari Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), yang menunjukkan terus bertambahnya pedagang pasar yang terpapar virus corona.
Berikut ini fakta selengkapnya mengenai pedagang pasar terpapar virus corona yang jumlahnya terus bertambah:

Bertambah 48, Jumlah Pedagang Pasar Positif Virus Corona Jadi 1.388 Orang

Data pedagang pasar terpapar virus corona terus bertambah. Meski begitu, penambahannya dianggap tidak begitu signifikan selama sepekan ini terhitung sejak tanggal 14 September 2020.
Ketua IKAPPI, Abdullah Mansuri, mengatakan total ada sekitar 1.388 pedagang pasar terpapar virus corona yang tercatat pada tanggal 14 sampai 16 September. Sementara dari tanggal 16 sampai 20 belum tercatat ada penambahan kasus.
Jumlah 1.388 itu bertambah 48 jika dibandingkan data terakhir pada 13 September, yaitu 1.340 pedagang pasar yang positif terpapar virus corona. Kasus tersebut terjadi di 243 pasar.
ADVERTISEMENT
Sementara angka kematian tercatat sebanyak 53 orang. Jumlah tersebut bertambah 6 orang jika dibandingkan data pekan lalu yaitu 47 pedagang yang meninggal karena COVID-19.
Ada Pedagang Kena Corona, Pasar Ditutup Sementara
Adanya pedagang yang terpapar virus corona membuat pasar harus ditutup sementara. Seperti di Pasar Kalimati yang berada di Kelurahan Karet Tengsin, Jakarta Pusat, yang ditutup selama tiga hari mulai 17 September 2020. Langkah ini dilakukan setelah ditemukan 13 pedagang positif terpapar COVID-19.
"Minggu lalu ada rapid test pedagang dan warga. Nah ada 29 orang yang reaktif, kemudian setelah swab hasilnya 25 yang positif, 13 di antaranya pedagang," kata Lurah Karet Tengsin, Hari Ananda, saat dikonfirmasi, Kamis (17/9).
25 orang yang positif itu menjalani isolasi di Rumah Sakit Darurat COVID-19 Wima Atlet.
Fakta-fakta Pedagang Pasar Positif Virus Corona, Jumlahnya Terus Bertambah (18810)
Sejumlah pengunjung memadati Pasar Tengah di Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (22/5). Foto: ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang
Pedagang Pasar Minta Solusi ke Anies
ADVERTISEMENT
Saat PSBB awal atau sebelum masa transisi, omzet pedagang pasar anjlok hingga 70 persen. Untuk itu, IKAPPI bakal berkoordinasi dengan semua pihak, khususnya Gubernur Jakarta Anies Baswedan, agar PSBB ketat tidak kembali membuat omzet pedagang merosot.
Reynaldi mendorong pemerintah daerah bisa memberikan stimulus kepada para pedagang dalam menjaga agar pasar tradisional tetap bertahan. Sebab, kata Reynaldi, pasar harus tetap berjalan sebagai penopang perekonomian.
“Kami juga mendapati bahwa ada penurunan omzet pedagang sekitar 60-70 persen di DKI Jakarta, maka kami meminta kepada pemerintah untuk menjadikan pasar tradisional sebagai pusat pondasi perekonomian lokal atau perekonomian daerah sehingga kita bisa menjaga agar pasar dan perekonomian terus tumbuh,” ujar Reynaldi.
Selain itu, DPP IKAPPI juga menemukan ada kurang lebih sekitar 400 ribu pedagang pasar tradisional dan pedagang kaki lima di sekitar pasar mengalami dampak dari wabah pandemi tersebut.
ADVERTISEMENT