Kumparan Logo

Fakta-fakta Penyebab Tagihan Listrik Membengkak

kumparanBISNISverified-green

comment
6
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Warga memeriksa meteran listrik. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
zoom-in-whitePerbesar
Warga memeriksa meteran listrik. Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Masyarakat dibuat terkejut lonjakan tagihan listrik PLN di tengah pandemi virus corona. Keluhan masyarakat sempat menggema di media sosial pada awal bulan ini. Kenaikan yang tidak wajar itu dialami pelanggan listrik pascabayar.

PLN pun menerima hampir 900 aduan pelanggan setiap hari. Di unit Jakarta, bahkan ada 2.900 aduan yang sudah masuk. Berikut kumparan rangkum, Kamis (7/5).

Penyebab Tagihan Bengkak

PLN buka suara. Perusahaan menegaskan tak ada kenaikan tarif listrik. Tapi diakui PLN, ada tambahan tagihan listrik di bulan April. Sejak bulan Maret, PLN tak lagi mengirim petugas pencatat meteran ke lapangan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Sebagai gantinya, PLN menagih sesuai rata-rata pemakaian pelanggan dalam 3 bulan terakhir. Tagihan untuk pemakaian listrik di bulan Maret sesuai dengan rata-rata pemakaian 3 bulan sebelumnya. Tapi dalam perkembangannya, PLN mengubah kebijakan itu.

Pemakaian listrik di Maret meningkat karena pembatasan sosial akibat virus corona, artinya ada kelebihan pemakaian yang belum dibayar karena PLN hanya menagih sesuai rata-rata pemakaian 3 bulan terakhir ketika aktivitas masyarakat masih normal, belum ada PSBB. Kelebihan ini kemudian diakumulasikan PLN ke tagihan pemakaian bulan April.

embed from external kumparan

Pada bulan April pun, tagihan meningkat karena konsumsi listrik bertambah seiring dengan pemberlakuan PSBB. Alhasil, tagihan listrik untuk bulan April jadi meningkat pesat. Pemakaian April sudah meningkat, lalu ditambah lagi ada sisa tagihan dari Maret.

"Misalnya rata-rata pemakaian sebulan 50 kWh, tapi kan sejak Maret itu orang mulai intensitas meninggi, sudah 70 kWh. Jadi real-nya konsumsi mereka 70 kWh tapi kita tagih 50 kWh berarti ada 20 kWh yang belum tertagih. Ini kita carry over ke April. Saat mereka pembayaran, itu ada yang 20 kWh terbawa ke tagihan Mei yang merupakan penggunaan April. Jadi itu 90 kWh. Di sana tercatat 90 kWh plus 20 kWh yang carry over bulan Maret. Jadi muncul tagihan 110 kWh seolah-olah tinggi. Ada konsumsi carry over 20 kWh di Maret dan ada peningkatan 40 kWh di April," papar EVP Corporate Communication and CSR PLN, I Made Suprateka, dalam konferensi pers secara daring, Rabu (6/5).

Rumah Kosong Tetap Bayar Tagihan

Pelanggan yang rumahnya kosong juga banyak mengeluhkan tetap bayar tagihan. Protesnya pun banyak di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya), Ikhsan Asaad, mengatakan rumah yang kosong tetap membayar kewajibannya karena PLN menerapkan konsumsi energi minimal 40 jam dalam sebulan kepada pelanggan.

"Terkait rumah kosong ini, kita ada energi minimum 40 jam, itulah yang akan ditagih. Rumahnya kosong tapi pelanggan harus dikenakan (tagihan), namanya energy minimum yaitu jam nyala selama 40 jam," kata General Manager PLN Disjaya M. Ikhsan kemarin

Namun, jika tagihan yang harus dibayar pelanggan rumah kosong lebih besar dari minimal pemakaian energi 40 jam, perusahaan akan membayarkan kelebihannya di bulan berikutnya. Itu artinya, bisa saja tagihan bulan berikutnya akan lebih ringan jika pemakaian di bulan yang sama tidak banyak.

Petugas PLN mengganti meteran listrik di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Rabu (15/5/2019). Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Buka Layanan Aduan 24 Jam

PLN membuka layanan pengaduan selama 24 jam melalui nomor telepon 123 yang didahului oleh kode daerah masing-masing.

"Kami buka layanan 24 jam, kita punya channel 123. Jadi silakan kalau ada pelanggan kami yang masuk keluhkan rekeningnya, bisa hubungi 021 123 (kode untuk Jakarta). Kita akan segera respons," kata Ikhsan.

Selain itu, riwayat pemakaian listrik juga dapat dilihat melalui Aplikasi PLN Mobile yang dapat diunduh dari ponsel dan website www.pln.co.id. Pihaknya juga berjanji aduan masyarakat akan selesai maksimal satu hari.

Tim PLN juga bakal mendatangi rumah pelanggan jika tak merasa puas dengan tagihan yang diberikan. Mereka akan menjelaskan ke pelanggan penyebab tagihan listrik naik karena pemakaiannya juga melonjak.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.