Fakta-fakta soal Kapal Pertamina yang Bawa Minyak Rusia ke China

5 April 2022 8:00
·
waktu baca 3 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Fakta-fakta soal Kapal Pertamina yang Bawa Minyak Rusia ke China (104917)
zoom-in-whitePerbesar
Kapal tanker raksasa kedua milik PT Pertamina International Shipping (PIS). Foto: Dok. Pertamina
ADVERTISEMENT
Kapal tanker Pertamina Prime milik PT Pertamina International Shipping (PIS) sempat 'diblokir' oleh aktivis Greenpeace di lepas pantai Denmark. Kapal tersebut membawa minyak yang diimpor dari Rusia untuk dikirimkan ke China.
ADVERTISEMENT
Dilansir France24, para aktivis itu memblokir kapal dengan kayak dan berenang di perairan es Frederikshavn. Mereka membawa spanduk yang menyerukan pemerintah untuk berhenti mengobarkan perang. Para aktivis melukis ‘Perang Bahan Bakar Minyak’ di lambung kapal Pertamina Prime.
Pemblokiran itu dilakukan kepada dua kapal tanker yaitu Pertamina Prime dan kapal tanker Seaoath. Meski begitu, France24 menuliskan bahwa kedua kapal tersebut milik Rusia. Sekitar 100.000 ton minyak mentah akan ditransfer di antara kedua kapal tersebut.
Minyak Rusia yang Diangkut bukan Milik Pertamina
Kapal Pertamina Prime (IMO: 9888508, MMSI 563128700) adalah tanker minyak mentah yang dibangun pada 2021 dan saat ini berlayar di bawah bendera Singapura.
Berdasarkan sumber kumparan di Pertamina, minyak yang diimpor dari Rusia memang diangkut kapal Pertamina Prime yang berada di bawah PT Pertamina International Shipping (PIS). Namun, minyak yang diangkut milik perusahaan Trafigura.
ADVERTISEMENT
"Peran Pertamina hanya sebagai pemilik kapal. Kapal tanker Pertamina Prime disewa Trafigura. Jadi minyak tersebut milik Trafigura. Pembelinya adalah China," kata sumber tersebut, Senin (4/4).
Sumber tersebut juga menegaskan kapal berlayar dari Denmark, bukan dari Rusia. Tanggal kejadian tersebut pada 31 Maret dan sudah terselesaikan pada 2 April 2022.
"Dan kapal itu bukan 'diblokir'. Kapal Pertamina Prime sedang menerima transfer minyak dari kapal lain, kemudian Greenpeace melakukan aksi menghalang-halangi. Kapal tidak sedang berlayar," kata sumber tersebut.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sumber kumparan juga menegaskan pengiriman minyak dari Rusia itu tidak ada kaitannya dengan impor minyak Pertamina. Sebelumnya, Direktur Pertamina Nicke Widyawati sempat menyinggung rencana impor minyak murah dari Rusia dalam rapat dengan Komisi VII DPR pada Senin (28/3).
ADVERTISEMENT
Profil Trafigura, Penyewa Kapal Pertamina Prime
Dikutip dari situs Pertamina, Trafigura merupakan salah satu perusahaan dagang minyak (trading oil) dunia. Pada Jumat, 6 Maret 2020, Pertamina dan Trafigura bertemu di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta untuk menjajaki bisnis rantai pasok berkelanjutan.
Kerja sama yang dilakukan oleh Pertamina International Shipping Group dengan Trafigura diwujudkan melalui penyewaan armada milik PIS, yakni MT Gamsunoro secara Time Charter.
MT Gamsunoro sendiri merupakan kapal berjenis Dirty Petroleum Product (DPP) Aframax Tanker dengan bobot mati 105,638 MT yang dibangun pada tahun 2014. Delivery kapal MT Gamsunoro kepada Trafigura dilakukan pada tanggal 15 Agustus 2021 di Singapura dengan rencana trading area Arabian Gulf hingga East Asia.
Aksi Greenpeace Tak Ganggu Pelayaran Kapal ke China
Fakta-fakta soal Kapal Pertamina yang Bawa Minyak Rusia ke China (104918)
zoom-in-whitePerbesar
Aktivis Greenpeace saat menghadang kapal berlogo Pertamina di lepas pantai Denmark. Foto: Instagram/@greenpeacedk
Dari pantauan kumparan, Senin (4/4), kapal tanker Pertamina Prime saat ini sedang dalam pelayaran dan posisinya ada di Laut Utara. Dikutip dari situs vesselfinder.com, posisinya sempat berada di Laut Utara koordinat 53.24841 N/2.73675 E.
ADVERTISEMENT
Laut Utara merupakan wilayah perairan di Samudra Atlantik. Laut lepas itu berbatasan dengan Norwegia dan Denmark di timur, Inggris Raya di barat, Samudra Atlantik di utara, dan sejumlah negara Eropa di sisi selatan.
"Kapal sedang dalam perjalanan ke China, berlayar dengan kecepatan 10.5 knot dan diperkirakan akan tiba di sana 26 Mei sekitar pukul 16:00 waktu setempat," demikian dilansir situs resmi pelayaran itu, Senin (4/4).