Kumparan Logo

Fakta-fakta tentang Louis Vuitton Jadi Baju Dinas DPRD Tangerang

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gedung DPRD Kota Tangerang. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gedung DPRD Kota Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

DPRD Kota Tangerang menjadi sorotan usai terungkap adanya merek Louis Vuitton dalam pengadaan baju dinas 2021. Namun saat ini hal itu sudah resmi dibatalkan.

Luxury brand asal Prancis itu tentu memakan biaya yang tak sedikit dalam penganggarannya. Untuk 50 anggota dewan, dianggarkan Rp 675 juta untuk pengadaan baju dinas dengan merek tersebut. Seperti apa fakta-faktanya? Berikut kumparan rangkum.

Baju Dinas DPRD Pakai Brand Louis Vuitton

Selain Louis Vuitton, ada tiga merek lainnya dalam pengadaan baju dinas anggota dewan Kota Tangerang. Pokja ULP Hadi Sudibjo menjelaskan, merk Louis Vuitton akan digunakan untuk pakaian dinas harian (PDH).

Kemudian, merek Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi (PSR). Untuk pakaian sipil harian (PSH) akan menggunakan merek Theodoro. Sementara itu, pakaian sipil lengkap (PSL) menggunakan Thomas Crown.

Ketua DPRD Kota Tangerang Gatot Wibowo (kedua dari kiri) dan jajaran anggota DPRD Tangerang. Foto: Dok. Istimewa

Brand tersebut rencananya dipakai oleh 50 anggota dewan. Anggaran pengadaan baju dinas itu mencapai Rp 675 juta.

Anggaran Baju Dinas DPRD di 2021 Jadi Lebih Mahal

Dengan menggunakan brand ternama, tentu anggaran pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang jadi jauh lebih mahal dibanding tahun sebelumnya. Di 2021, anggaran baju dinas mencapai Rp 675 juta.

Padahal di 2020 anggaran baju dinas anggota dewan hanya Rp 315 juta. Namun untuk biaya jahit sama seperti tahun kemarin senilai Rp 600 juta untuk 50 anggota dewan.

Adapun pengadaan baju dinas ini dimenangkan oleh CV Adhi Prima Sentosa menang lelang dengan penawaran Rp 667.500.000.

Pengadaan Baju Dinas DPRD Pakai Louis Vuitton Dibatalkan

Usai mendapat kecaman, DPRD Kota Tangerang resmi membatalkan pengadaan baju dinas di tahun 2021. Pembatalan ini telah disetujui seluruh anggota dewan.

"Ya, setelah rapat tadi, kami sepakat untuk dibatalkan pengadaan baju dinas di tahun 2021," kata Ketua DPRD Kota Tangerang, Gatot Wibowo, Selasa, (10/8).

Terkait pembatalan, Sekretariat DPRD Kota Tangerang bakal membahas kelanjutan dari pembatalan pengadaan pakaian dinas DPRD Kota Tangerang tahun 2021. Pasalnya dalam website LPSE itu, penandatanganan kontrak dengan pemenang tender oleh CV Adhi Prima Sentosa berlangsung sejak 26 Juli sampai 30 Juli 2021. Sementara pengadaan bahan sudah dimulai sejak 10 Juni 2021.

Ilustrasi Louis Vuitton. Foto: Shutter Stock

Pernyataan Louis Vuitton Indonesia

Ramai disebut namanya dalam pengadaan baju dinas dewan, Louis Vuitton Indonesia memastikan pihaknya tidak pernah menyuplai bahan kain untuk baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang.

"Louis Vuitton tidak ada keterkaitan dengan pemberitaan tersebut. Brand Louis Vuitton tidak ada pengadaan fabric material [bahan kain] maupun segmen bisnis untuk uniform," kata Eunike Santosa, Communication Manager Louis Vuitton Indonesia, kepada kumparan, Selasa (10/8).

DPRD Tangerang Beli Baju Dinas Louis Vuitton Jadi 'Tamparan' Jargon UMKM Jokowi

Pengadaan brand mewah untuk pakaian dinas DPRD Kota Tangerang ini menjadi tamparan dari jargon yang diserukan Presiden Jokowi untuk gunakan produk lokal yang dibuat UMKM. Selain Jokowi, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga kerap mengingatkan para pejabat negara untuk membeli produk UMKM dibandingkan barang impor.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto menilai, pengadaan baju dinas anggota DPRD Kota Tangerang harusnya bisa menggunakan produk lokal. Menurutnya pemerintah dan wakil rakyat harus jadi contoh agar masyarakat ikut tergerak memakai produk nasional dan ikut berkontribusi memberdayakan UMKM.