Fakta Klub Malam yang Wulan Guritno Jadi Komisaris Mau Jual Saham, Tertarik?

4 Mei 2021 8:47 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Wulan Guritno  Foto: Munady
zoom-in-whitePerbesar
Wulan Guritno Foto: Munady
ADVERTISEMENT
Pengelola tempat hiburan malam berbasis restaurant Lucy In The Sky, PT Lima Dua Lima Tiga, berencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 5 Mei 2021 mendatang. Dalam aksi korporasi ini, Lima Dua Lima Tiga akan melepas 337.500.000 lembar saham atau 32,61 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
ADVERTISEMENT
Berikut kumparan merangkum fakta soal rencana IPO Lucy In The Sky:
Bakal Raup Dana Rp 33,75 Miliar
Adapun perseroan akan melakukan IPO dengan harga penawaran Rp 100 per lembar saham. Dengan demikian perseroan akan meraup dana segar melalui IPO sebesar Rp 33,75 miliar.
“Harga IPO ini ditentukan berdasarkan beberapa faktor di antaranya kondisi pasar pada saat bookbuilding dilakukan, permintaan dari calon investor yang berkualitas, kinerja perseroan, dan prospek usaha,” ujar Direktur Utama Lima Dua Lima Tiga Andaru Tahir dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Senin (3/5). Selain itu Andaru mengatakan harga IPO tersebut juga ditetapkan dengan mempertimbangkan jumlah permintaan terbanyak yang diterima oleh penjamin pelaksana emisi efek yang dilaksanakan pada tanggal 13 April 2021-19 April 2021.
ADVERTISEMENT

Ada Wulan Guritno di Balik IPO Lucy In The Sky

Menariknya, di jajaran komisaris perseroan menunjuk aktris Sri Wulandari atau yang akrab disapa Wulan Guritno sebagai komisaris independen. Menanggapi aksi korporasi ini, Wulan Guritno mengatakan cukup terkejut dengan tingginya minat investor terhadap IPO Lima Dua Lima Tiga.
"Hasil dari bookbuilding sangat mengesankan dan di luar ekspektasi awal kami. Minat investor tetap tinggi untuk menyerap saham Perseroan. Investor melihat prospek cerah di dalam rencana bisnis FnB kami ke depannya," ujar Wulan.
Duit IPO Bakal Dipakai Untuk Buka 7 Cabang Baru
Wulan Guritno mengatakan setelah IPO, pengelola tempat hiburan malam berbasis restaurant Lucy In The Sky ini berencana melakukan ekspansi besar-besaran. Yaitu membuka 7 cabang di Jakarta, Surabaya, Bandung hingga Bali.
ADVERTISEMENT
"Setelah adanya pandemi, terdapat perubahan perilaku masyarakat di mana sekarang masyarakat lebih memilih tempat yang menyediakan ruang terbuka. Perseroan melihat peluang tersebut, sehingga seluruh dana yang dihimpun akan digunakan untuk membuka 7 gerai baru dengan konsep venue yang baru dengan ruang terbuka dan semi-terbuka yang menyegarkan," ujar Wulan Guritno dalam keterangan tertulis yang diterima kumparan, Senin (3/5).
Wulan merinci, nantinya perseroan akan mengembangkan Lucy in The Sky Rooftop Garden yang akan menyediakan tempat duduk terbuka dan semi-terbuka dalam suasana Tropical Bohemian. Konsep ini diharapkan dapat membawa perasaan santai dan menyenangkan bagi setiap orang yang berkunjung.
Konser Barasuara di Lucy In The Sky, SCBD. Foto: Alexander Vito/kumparan
Selain itu, perseroan akan membuka Lucy by The Beach, menghadirkan bar & restoran yang semarak dan meriah dengan suasana Tropical Bohemian. Terakhir, Park by Lucy in the Sky yaitu konsep terbuka dan semi terbuka untuk berkumpulnya komunitas dan akan menjadi tempat yang menarik bagi pengunjung untuk makan dan bercengkrama di suasana taman yang indah.
ADVERTISEMENT
"Pelanggan akan disambut dengan pilihan makanan yang lebih banyak dengan suasana ornamen bergaya Tropical Bohemian." ujar Wulan Guritno.
Dalam konsep baru tersebut Lucy in The Sky juga akan menggandeng merk burger ternama yaitu Lawless Burger dan Pizzza Dealer. Kolaborasi tersebut akan mengusung tema outdoor dan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.
“Selain Jakarta, terdapat tiga titik kota besar lain di Indonesia yaitu Surabaya, Bandung, dan Bali yang masih dalam proses perencanaan untuk pembukaan gerai dengan target pembukaan di semester II tahun 2022," ujar Wulan.
Untuk rencana ekspansi tersebut progress hingga saat ini perseroan masih dalam negosiasi dengan pemilik tempat di Senopati, Little Tokyo Blok M, PIK 2, dan Sarinah untuk wilayah Jakarta. Sedangkan di Surabaya, Bandung, dan Bali, perseroan sedang melakukan perencanaan desain dan juga studi pasar.
ADVERTISEMENT
Wulan optimistis penambahan outlet di beberapa kota di Indonesia ke depan akan terus bertumbuh sejalan dengan meningkatnya permintaan masyarakat akan hiburan di tengah kota yang aman dan nyaman.
Seperti diketahui, Lucy In The Sky adalah salah satu pelopor nightlife event di ruang F&B yang merupakan bagian dari Syah Establishment yang terkenal dengan hotel, kompleks perumahan, dan tempat lifestyle lainnya. Beberapa tempat yang dikelola oleh Syah Establishment antara lain Sofia at The Gunawarman, Csaba at The Gunawarman, The Gunawarman Hotel, Bloom at Hotel Monopoli, The Moon at Hotel Monopoli, The Room at Hotel Monopoli, dan Hotel Monopoli.