Kumparan Logo

Fakta Terkini Mal Bakal Segera Buka Saat The New Normal

kumparanBISNISverified-green

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung melewati rak makanan saat berbelanja di pusat perbelanjaan, di Central Park, Jakarta Barat, Selasa (3/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melewati rak makanan saat berbelanja di pusat perbelanjaan, di Central Park, Jakarta Barat, Selasa (3/3). Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan

Mal atau pusat perbelanjaan tampaknya sudah siap beroperasi kembali saat The New Normal setelah tutup karena dampak virus corona. Beragam protokol sudah disiapkan pengelola mal untuk menyambut rencana tersebut.

Presiden Joko Widodo bahkan secara langsung memeriksa kesiapan mal dalam menyambut The New Normal. Berdasarkan data terbaru Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), ada 67 mal di DKI yang bakal buka tanggal 5 Juni dan 6 mal lainnya di tanggal 8 Juni 2020.

Namun, tidak semua pihak setuju atas rencana dibukanya kembali mal di tengah ancaman virus corona yang belum mereda.

Berikut fakta mal bakal segera buka saat The New Normal:

Jokowi Cek Kesiapan The New Normal di Mal Bekasi

Jokowi di Mall Summarecon Bekasi. Foto: Dok. Agus Suparto

Presiden Jokowi meninjau kesiapan penerapan The New Normal dengan memeriksa berbagai gerai yang ada di Mal Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Selasa (26/5). Berdasarkan pantauan, Jokowi tiba di Mal Summarecon sekitar pukul 14.00 WIB.

Dia ditemani beberapa pejabat lainnya seperti Gubernur Jabar Ridwan Kamil, Kapolri Idham Azis hingga Panglima TNI Hadi Tjahjanto. Jokowi dan para pejabat tersebut terlihat menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan tidak saling bersentuhan.

"Pada siang hari ini, saya datang ke Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat untuk memastikan pelaksanaan kesiapan kita dalam menuju ke sebuah tatanan baru, ke sebuah normal yang baru," ujar Jokowi saat memberikan keterangan usai meninjau di lokasi.

Pengelola Ingin Mal se-Indonesia Buka

Midnight Sale di Mal Senayan City. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Pengelola mal yang tergabung dalam Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) ingin mal se-Indonesia mulai dibuka awal Juni 2020. Total, ada 326 mal yang terdaftar di APPBI, termasuk di Jakarta.

"Semua mal di Indonesia, semua sudah siap menerapkan protokol di Era New Normal. Tinggal tunggu kapan izin diberikan saja, semoga semua mal boleh buka awal Juni," kata Ketua Umum APPBI Stefanus Ridwan saat dihubungi kumparan, Selasa (26/5).

Menurut Ridwan, dengan dibukanya ratusan mal secara serentak justru lebih aman sebab pengunjung banyak menyebar dan terbagi di banyak tempat. Pengunjung dapat memilih yang lebih dekat atau mal tujuannya tanpa perlu berdesakan.

Asosiasi Jelaskan Alasan Mal Harus Segera Buka

Midnight Sale di Mal Senayan City. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DKI Ellen Hidayat memberikan alasan mengapa mal-mal di Jakarta harus segera buka setelah hampir 2 bulan kegiatan bisnis di pusat perbelanjaan ini mati suri.

“Dampak yang berat dengan penutupan mal karena PSBB menyebabkan semua pengelola pusat belanja dan retailer atau tenant mengalami kesulitan finansial, terutama kesulitan cashflow,” kata Ellen berdasarkan keterangannya, Selasa (26/5).

“Di mana dampak ini juga secara langsung menimpa para karyawan yang tidak bekerja dan sudah tidak mempunyai tabungan lagi untuk bertahan menghidupi keluarganya,” tambahnya.

Ellen mengakui ada juga dorongan para retailer atau tenant khususnya UKM yang minta agar mal segera dibuka. Ia menganggap dengan dibukanya mal maka akan membantu menggerakkan roda perekonomian nasional dan meningkatkan ketahanan bangsa.

Selain itu, dengan rencana berakhirnya PSBB DKI ke-3 yang direncanakan pada tanggal 4 Juni 2020 dan adanya imbauan dari pemerintah untuk berani dan mulai menghadapi COVID-19 menjadi alasan kuat dibukanya kembali operasional mal.

Pengunjung Mal Ditargetkan Capai 40 Persen saat New Normal

Toko buku bekas di Mal Blok M. Foto: Wandha Nur Hidayat/kumparan

Ketua APPBI DKI Ellen Hidayat mengatakan, masih adanya pembatasan akan berpengaruh terhadap jumlah pengunjung dibandingkan sebelum ada pandemi COVID-19.

"Proyeksi kami sekitar 30 sampai 40 persen traffic pengunjung untuk awal The New Normal sudah bagus. Namun jika tidak dibuka kembali mal, semua bisnis terkait dan terdampak akan collaps," kata Ellen melalui keterangannya, Selasa (26/5).

Menurut Ellen, tidak semua tenant langsung buka 100 persen saat beroperasi di The New Normal. Pembukaan dilakukan bertahap dengan memperhatikan kesiapan seperti karyawan yang bekerja. Dibutuhkan juga perputaran produk bagi retailer atau tenant.

YLKI Tolak Mal di Jakarta Buka

Midnight Sale di Mal Senayan City. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menolak rencana pembukaan puluhan mal di Jakarta pada 5 Juni 2020 mendatang. Ketua Harian YLKI Tulus Abadi menilai rencana pembukaan mal di Jakarta merupakan tindakan gegabah.

Kata Tulus, kurva pengendalian virus corona masih tinggi, jadi pembukaan mal bakal membahayakan banyak orang. Jika dipaksakan, dia khawatir akan terjadi tempat baru penularan virus corona.

"Rencana pembukaan mal di Indonesia khususnya di Jakarta pada 5 Juni mendatang saya kira ini sebuah kebijakan yang terlalu dini dan gegabah sehingga YLKI menolak rencana pembukaan mal tersebut. Mengapa? Karena 5 Juni estimasinya belum aman untuk pengendalian COVID-19," kata dia dalam keterangan pers, Selasa (26/5).

Tulus mengatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan harus menolak rencana pengelola mal tersebut. Sebab, jika kurva pengendalian C0VID-19 belum turun, maka tidak ada alasan bagi pemerintah buka mal di mana pun tempatnya, termasuk di Jakarta yang pasiennya paling banyak.

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona.

*****

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!