Kumparan Logo

Fashion hingga Kerajinan Tangan Jadi Andalan Ekonomi Kreatif RI

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Bekraf Triawan Munaf (Foto: Munady)
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Bekraf Triawan Munaf (Foto: Munady)

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) terus berupaya untuk mendorong iklim pertumbuhan positif di dunia industri kreatif. Salah satu cara yang ditempuh ialah menggenjot sektor andalan yang berpotensi menyumbangkan pendapatan negara.

“Ada 16 subsektor tapi 6 yang jadi prioritas ada 3 unggulan yaitu fashion, kuliner, dan kriya,” ungkap Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf ketika ditemui di kawasan Menteng, Jakarta, Selasa (25/9).

Sementara itu, Triawan juga menyebut pihaknya bakal mengembangkan sektor yang dinilai masih memiliki ekosistem kurang baik sejauh ini yakni musik, film, dan games apps.

Ekosistem itu menurut Triawan meliputi akses permodalan, kekayaan intelektual, hingga pemasaran. “Semua ekosistem kita yang harus kita perjuangkan,” imbuhnya.

Kendati demikian, Ia optimistis dan menargetkan tiga sektor utama yakni kuliner, fashion, dan kriya mampu menggenjot produk domestik bruto (PDB) hingga bisa mencapai Rp 1.000 triliun sampai akhir tahun 2018 ini.

“Kenaikkannya Rp 70-80 triliun pertahun. Tahun 2018 ini saya harapkan sudah lompat dari Rp 1.000 triliun,” katanya.

Pernak-pernik kerajinan dari tanah liat. (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Pernak-pernik kerajinan dari tanah liat. (Foto: Ela Nurlaela/kumparan)

Untuk bisa mencapai itu, Ia menekankan jika Indonesia perlu mulai berbenah dan membuka diri terhadap berbagai peluang yang ada. Termasuk tidak enggan belajar dari manapun.

“Kita bisa belajar dari negara-negara lain yang lebih maju tapi kita juga sharing pada mereka. Ekonomi kreatif is goodwill about sharing,” pungkasnya.

Ekonomi kreatif Indonesia berkembang cukup pesat. Pada 2015 ekonomi kreatif telah menyumbang Rp 852 triliun atau 7,38 persen dari PDB. Pada tahun 2016 sumbangan terhadap PDB meningkat menjadi Rp 922,58 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 13,47 persen. Sementara itu, tahun 2017 ekonomi kreatif menyumbang ke PDB sebesar Rp 990 triliun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 17,4 persen.