Fasilitas Memadai, Komoditas Ekspor Sulut Dikirim Langsung via TPK Bitung

8 Februari 2024 20:42 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Komoditas ekspor Sulut dikirim langsung via TPK Bitung. Foto: Dok. Pelindo
zoom-in-whitePerbesar
Komoditas ekspor Sulut dikirim langsung via TPK Bitung. Foto: Dok. Pelindo
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melepas komoditas ekspor yang untuk pertama kalinya dikapalkan langsung dari Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung menuju Xiamen, China, Kamis (8/2).
ADVERTISEMENT
Komoditas ekspor berupa hasil tangkapan laut dikirim menggunakan kapal MV. SITC Batangas yang melayani rute Davao-Bitung-Xiamen.
Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Steven Kandouw mengatakan, ekspor langsung melalui jalur laut merupakan terobosan luar biasa. Menurutnya, keberhasilan ekspor langsung tersebut merupakan hasil kolaborasi pentahelix serta kerja gotong royong semua pihak lewat duduk bersama untuk mewujudkan visi yang sama.
"Terima kasih sekali kita boleh melakukan terobosan melewati tembok tebal yang selama ini menghalangi kita. Mulai sekarang, kita boleh berbangga dulu karena kita betul-betul menjadi pintu gerbang," ujarnya.
Ia pun berharap semua pemangku kepentingan, terutama pemerintah daerah (pemda) untuk menjaga keberlanjutan dan memberikan informasi kepada hinterland Sulut.
Terminal Head Terminal Peti Kemas (TPK) Bitung, Teguh Firdaus mengatakan, pelayanan ekspor langsung di TPK Bitung adalah yang pertama kali dilakukan dalam 10 tahun terakhir.
ADVERTISEMENT
Untuk pelayanan ekspor langsung MV. SITC Batangas, TPK Bitung mengoperasikan 2 unit quay container crane (alat angkat untuk memindahkan peti kemas dari kapal ke dermaga atau sebaliknya), 3 unit rubber tyred gantry crane (alat angkat untuk memindahkan peti kemas dari truk ke lapangan penumpukan atau sebaliknya), dan 10 unit head truck.
“Jumlah bongkar muat peti kemas sebanyak 365 teus dengan kinerja bongkar muat mencapai 34,5 boks per jam (B/S/H),” jelas Teguh.
Menurut rencana, kegiatan pengiriman ekspor langsung akan dilakukan secara reguler setiap bulan. Untuk itu dibutuhkan kolaborasi yang baik antar berbagai pihak agar pengiriman tersebut dapat berlangsung terus menerus.
Teguh menyebut pihaknya juga melakukan kolaborasi dengan perusahaan pelayaran untuk melakukan pemasaran bersama guna menjaring pasar baik peti kemas domestik maupun internasional.
ADVERTISEMENT
“Berkat dukungan para pemangku kepentingan kami terus berbenah melakukan transformasi agar layanan dan kinerja operasional TPK Bitung semakin baik dengan fasilitas yang kami miliki untuk mendukung pekayanan peti kemas baik domestik maupun internasional,” tegasnya.