Festival UMKM kumparan Day 2: Bahas Mental Berbisnis; Pemenang Local Brand

27 Oktober 2022 16:57
·
waktu baca 5 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
ADVERTISEMENT
Festival UMKM kumparan 2022 hari kedua memberikan berbagai informasi menarik dan ilmu cukup penting bagi para pelaku UMKM, wirausahawan muda, maupun bagi mereka yang akan memulai bisnis.
ADVERTISEMENT
Sejumlah tokoh nasional dan para expert turut berbagi ilmu, gagasan, dan pengalamannya dalam berwirausaha. Di awal acara, Festival UMKM kumparan 2022 menghadirkan CEO GDP Venture Martin Hartono untuk sesi keynote speech. Ia berbagi pandangan terkait pentingnya bakat diiringi mental baja saat berwirausaha.
CEO GDP Venture Martin Hartono dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
CEO GDP Venture Martin Hartono dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
Menurut dia, seseorang yang memiliki bakat, namun jika tidak pernah diasah, akan sulit untuk meraih keberhasilan. Ia juga memberikan contoh, seperti pemain bola yang harus giat berlatih secara terus menerus agar bisa menjadi seperti pemain bola kelas dunia.
Selain itu, Martin menjelaskan terkait mental yang dimiliki setiap pengusaha sangatlah berbeda-beda. Salah satunya, yakni mental baja yang setiap industri memiliki pengaplikasian yang berbeda-beda.
"Kita kadang-kadang harus open minded, kalau sebagai investor untuk bisa mengidentifikasi aplikasi mental baja atau resiliensi di dalam satu industri akan beda," jelas Martin.
ADVERTISEMENT
Setelah itu, acara dilanjut dengan hadirnya Co-Founder dan COO restoran sushi modern Guresu, Esha Mahendra. Pada sesi ini, ia berbagi pengalamannya saat membuka bisnis, mulai dari tantangan hingga apa saja hal yang perlu dipersiapkan saat memulai berwirausaha.
Festival UMKM kumparan 2022 day 2. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Festival UMKM kumparan 2022 day 2. Foto: kumparan
Ia berbicara soal pentingnya modal dan mental. Namun, Esha melihat ada hal lain yang cukup penting saat memulai berwirausaha, yakni komitmen sebagai wirausaha. Sebab, kata dia, komitmen ini menjadi dasar seseorang mau berusaha, mengupayakan sesuatu, dan kekuatan menghadapi tantangan saat memulai berwirausaha.
"Kalau aku lihat bukan modal atau mental tapi komitmen dari si founder. Komitmen kamu sebagai wirausaha. Karena komitmen itu yang menurut aku paling penting," terangnya.
"Komitmen adalah ketika kita mau berdarah-berdarah, nangis, stres, hal yang tidak nyaman lainnya ketika kita mulai usaha. Itu loh yang akan kamu hadapi kayak gitu. Bukan masalah modal," jelasnya.
Esha Mahendra, Co-Founder and COO Guresu di Festival UMKM kumparan 2022. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Esha Mahendra, Co-Founder and COO Guresu di Festival UMKM kumparan 2022. Foto: kumparan
Selain itu, ia juga berbagi tips terkait cara mencegah overthinking saat mulai berwirausaha, apalagi bagi anak-anak muda yang baru pertama kali terjun ke dunia bisnis. Menurutnya, overthinking muncul akibat kebiasaan membanding-bandingkan diri sendiri dengan orang lain.
ADVERTISEMENT
Menurut Esha, yang seharusnya dilakukan pelaku usaha adalah cukup melihat usaha orang lain sebagai motivasi dan tidak perlu dijadikan sebagai tolak ukur atas diri sendiri. Terlebih dengan banyaknya informasi yang bisa diterima dari media sosial.
“Makanya penting untuk diri kita sebagai wirausaha berjalan merintis usaha. Lihat kanan kiri boleh tapi jangan dijadikan tolak ukur untuk mengembangkan bisnis kita,” jelas Esha.
Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
Acara kemudian dilanjut dengan sesi keynote speech dari Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata. Dalam sesi ini, Leonard mengingatkan anak muda Indonesia yang terjun ke dunia bisnis, khususnya UMKM, harus bisa membuat barang yang menonjolkan ciri khas budaya Indonesia, bukan mencirikan sesuatu hal yang kebarat-baratan.
"Teman-teman, kalau mau bikin barang, bukan karena kita kebarat-baratan, kita harus menjual sesuatu yang khas kita. Baru laku nantinya," ujar Leonard.
ADVERTISEMENT
Ia juga menjelaskan mengenai konsep Koalisi Ekonomi Membumi dari kampanye program inkubator usaha lestari (INKURI). Ekonomi membumi berkembang menjadi sebuah koalisi multipihak antara Kementerian Investasi/BKPM, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian PPN/Bappenas, Smesco Indonesia, Kadin dan Koalisi Ekonomi Membumi.
Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama SMESCO Indonesia Leonard Theosabrata dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
Berangkat dari lokalitas dan kearifan lokal, Koalisi Ekonomi Membumi ini bertujuan mengumpulkan produk usaha lestari dari sektor Saji, Tani, dan Seni dengan harapan dapat membawa Indonesia menuju ESG Investment Ready.
"Koalisi ini akan menciptakan salah satunya narasi untuk usaha lestari. Sesuatu yang sustainable, sesuatu yang forward looking, sesuatu yang future looking mengenai sustainability modal di usaha," ujar Leonard.
Untuk mencairkan suasana Festival UMKM kumparan 2022 agar makin semarak, turut hadir pelawak dan komika Gilang Bhaskara.
Komika Gilang Bhaskara dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Komika Gilang Bhaskara dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
Usai berpuas mendengar banyolan Gilang, acara dilanjut dengan penyampaian materi oleh Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut B Pandjaitan. Di awal sambutannya, Luhut mengapresiasi program Festival UMKM kumparan yang sudah kali ketiga digelar ini.
ADVERTISEMENT
Ketua Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia itu menyebut kegiatan seperti ini penting untuk mempercepat peningkatan kapasitas UMKM.
"Kami berterima kasih karena kumparan turut memberikan perhatian dalam pengembangan UMKM dan sesuai dengan tema turut melakukan percepatan untuk peningkatan kapasitas UMKM Indonesia," ujar Luhut.
Kemudian, Luhut menjelaskan mengenai komitmen pemerintah untuk terus berkoordinasi, memastikan belanja produk dalam negeri (PDN) serta UMKM terserap secara optimal. Saat ini, pemerintah menargetkan jumlah produk lokal yang tayang di e-katalog elektronik bertambah.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam Festival UMKM kumparan 2022 Day 2, Kamis (27/10/2022). Foto: kumparan
Luhut menyebutkan hingga 24 Oktober 2022 berdasarkan data LKPP, setidaknya sudah ada 1,9 juta produk yang tayang di katalog elektronik. Menurutnya, produk UMKM yang tayang di e-katalog meliputi nasional sampai dengan sektoral.
"Dari target yang ditetapkan bapak presiden sebesar 1 juta tayang e-katalog per 24 oktober 2022 sudah tayang sekarang ini 1,9 juta produk di dalam e-katalog, baik nasional maupun sektoral dari yang tadinya hanya sekitar 90 ribu," ungkapnya.
ADVERTISEMENT

Festival UMKM kumparan 2022 Umumkan Pemenang Local Brand Editor's Choice

ADVERTISEMENT
Local Brand Editor's Choice jadi salah satu rangkaian acara di Festival UMKM kumparan 2022. Penghargaan ini diberikan kumparan buat brand lokal yang turut andil dalam memajukan ekonomi dan memberdayakan masyarakat.
Penghargaan di tahun ketiga ini menyasar UMKM kategori fesyen, kuliner, womanpreneur champion, serta kecantikan.
Para pemenang ini di antaranya Joysicles untuk kategori UMKM kuliner, lalu Carl & Claire untuk kategori kecantikan. Untuk lebih detail terkait daftar pemenang bisa dicek artikel di bawah ini:
Festival UMKM kumparan 2022 di hari kedua ini merupakan hari terakhir, namun masih ada rangkaian acara pada pukul 18.00 WIB nanti, yakni sesi class yang menghadirkan CEO dan Co-Founder HAUS Indonesia Gufron Syarif dan VP of Small and Medium Business Development Division BRI Dian Kesuma Wardhana.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020