Fintech ALAMI Sharia Gandeng KNEKS, Dorong Ekonomi Digital Syariah di RI
·waktu baca 2 menit

Fintech ALAMI Sharia dan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk memulai langkah percepatan laju pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia.
Penandatanganan MoU tersebut dilakukan sebagai momentum menghadirkan layanan yang dapat memenuhi kebutuhan umat Muslim terhadap layanan yang halal. Khususnya untuk ekosistem halal di Indonesia, di mana ini sejalan dengan Masterplan Ekonomi Syariah (MEKSI) 2019-2024, yaitu visi Indonesia menjadi Pusat Ekonomi Syariah dunia.
Diketahui MoU tersebut ditandatangani oleh Chief Executive Officer (CEO) ALAMI Sharia Dima Djani dan Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah KNEKS, Sutan Emir Hidayat di Jakarta, Selasa (29/3).
Direktur Eksekutif KNEKS, Ventje Rahardjo mengatakan, selama tiga tahun ini KNEKS secara konsisten telah mengimplementasikan MEKSI. Salah satu isi masterplan tersebut mengungkapkan mengenai pengembangan ekonomi digital berbasis syariah. Pertumbuhan fintech lending berbasis syariah pun menjadi hal yang memacu pengembangan tersebut.
“Semoga jadi awal baik bagi kita untuk melaksanakan kerja sama yang lebih erat lagi di kemudian hari, ujar Ventje. Lebih lanjut, Ia akan memastikan sinergi ini berjalan di semua pemangku kepentingan demi cita-cita bersama.
Selain itu, Ventje menyebutkan, ada dua fokus pengembangan ekosistem keuangan syariah. Pertama, penguatan kapasitas, tata kelola dan infrastruktur keuangan syariah. Kedua, penguatan modal, pendanaan industri ekonomi dan keuangan syariah.
Dima juga mengatakan bahwa ALAMI ikut berkomitmen mendukung visi pemerintah memperkuat infrastruktur sistem keuangan dengan menghadirkan inovasi produk pembiayaan syariah berbasis teknologi digital bagi UMKM di Indonesia.
Menurut Dima, ALAMI berhasil menggelontorkan pembiayaan sebesar lebih dari Rp 2 triliun untuk lebih dari 8.500 proyek UMKM di Indonesia. Rata-rata jangka waktu pembiayaan selama tiga bulan dengan tingkat keberhasilan bayar (TKB90) dana mencapai 100 persen. Non Performing Financing (NPF) konsisten di angka 0 persen. Dapat disimpulkan, ALAMI memiliki kondisi keuangan yang sehat.
“Kami yakin dengan dukungan dari seluruh pemangku kepentingan terutama pemerintah dan masyarakat, upaya ALAMI untuk mempercepat laju keuangan syariah Indonesia akan terwujud,” tandas Dima.
