Kumparan Logo

Fintech Pinjaman Online, Akseleran, PHK 60 Karyawan

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi fintech p2p lending Akseleran. Foto: Akseleran
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi fintech p2p lending Akseleran. Foto: Akseleran

Fintech peer to peer (P2P) lending atau pinjaman online yang telah berizin dan terdaftar OJK, Akseleran, mengumumkan telah melakukan putus hubungan kerja atau PHK pada sekitar 60 orang karyawan. Pemberhentian ini dinilai sebagai salah satu restrukturisasi internal perusahaan.

"Restrukturisasi internal ini bertujuan agar Group Akseleran berada di kondisi yang optimal untuk dapat menjalankan kegiatan usahanya dengan lebih efektif dan efisien, agar mampu bertumbuh secara berkelanjutan dalam jangka panjang dan tetap sehat secara finansial," ujar Group CEO & Co-Founder Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan, dalam keterangan yang diterima kumparan, Senin (31/7).

Dia menjelaskan, restrukturisasi internal ini bukan jalan pintas yang perusahaan ambil. Group Akseleran sendiri telah melakukan berbagai upaya lainnya untuk meningkatkan kinerja keuangan sejak tahun 2020, termasuk meningkatkan pendapatan usaha secara substansial sebesar 105 persen, 117 persen, dan 80 persen di tahun 2020, 2021 dan 2022, serta mengelola biaya secara efisien pada saat yang sama.

"Restrukturisasi internal ini juga merupakan restrukturisasi internal pertama yang perusahaan lakukan sejak pertama beroperasi di 2017," jelasnya.

Group CEO & Co-Founder Akseleran, Ivan Nikolas Tambunan. Foto: Akseleran

Group Akseleran akan memastikan setiap karyawan yang mengalami dampak restrukturisasi akan menerima kompensasi sesuai haknya yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

"Perusahaan juga akan memberikan dukungan finansial, professional, perpanjangan asuransi kesehatan, memberikan laptop, serta arrangement kerja yang fleksibel agar mereka dapat melakukan transisi dan melanjutkan karier ke depannya," kata Ivan.

Akseleran merupakan grup usaha yang melakukan kegiatan pendanaan UKM melalui marketplace lending platform sejak Oktober 2017. Perseroan menyediakan produk pinjaman berbasis cashflow seperti invoice financing, PO financing dan inventory financing.

Sampai dengan Desember 2022, perseroan telah menyalurkan sekitar Rp 6,5 triliun pinjaman, dengan tingkat pertumbuhan majemuk tahunan (CAGR) penyaluran pinjaman yang mencapai 96 persen per tahun sejak 2018-2022.

Dari sisi pendanaan, perseroan didukung oleh lebih dari 200.000 pemberi pinjaman retail dan berbagai pemberi pinjaman institusional, termasuk berbagai bank di Indonesia seperti Bank BCA, Bank BRI, Bank OCBC, Bank Mandiri, dan Bank Jtrust. Perseroan juga memiliki tingkat kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) yang rendah sebesar 0,41 persen dari outstanding pinjaman perseroan di akhir Desember 2022.