Fitch Ratings Kembali Tetapkan RI Layak Investasi

Lembaga pemeringkat internasional, Fitch Ratings (Fitch), hari ini mengafirmasi peringkat sovereign credit rating Indonesia layak investasi pada level BBB/outlook stabil (investment grade). Peringkat ini berhasil dipertahankan RI pada rating sebelumnya, 14 Maret 2019.
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, afirmasi tersebut merupakan bentuk pengakuan Fitch atas kondisi perekonomian Indonesia yang berdaya tahan, di tengah dinamika perekonomian global. Menurutnya, hal ini didukung oleh sinergi bauran kebijakan antara otoritas moneter dan pemerintah.
"Ke depan, BI akan mencermati perkembangan ekonomi global dan domestik dalam memanfaatkan ruang bauran kebijakan yang akomodatif dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna mendorong momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujar Perry dalam keterangan resminya, Jumat (24/1).
Fitch Ratings menilai, beberapa faktor kunci yang mendukung afirmasi peringkat tersebut adalah prospek pertumbuhan ekonomi jangka menengah yang baik dan beban utang pemerintah yang relatif rendah dibandingkan negara peers dengan rating yang sama.
Di sisi lain, Fitch menggarisbawahi tantangan yang masih dihadapi, yaitu masih tingginya ketergantungan terhadap sumber pembiayaan eksternal, penerimaan pemerintah yang rendah, serta indikator struktural seperti tata kelola dan produk domestik bruto (PDB) per kapita yang masih tertinggal dibandingkan negara berkembang lainnya.
Fitch juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap stabil pada beberapa tahun mendatang, didukung berlanjutnya pembangunan infrastruktur.
Dari sisi fiskal, Fitch memperkirakan defisit APBN akan tetap stabil di tahun ini. Namun demikian, rasio utang pemerintah diperkirakan akan meningkat di tahun ini.
"Fitch memperkirakan rasio utang terhadap PDB hanya akan sedikit meningkat pada beberapa tahun mendatang, dengan asumsi pemerintah tetap mematuhi batasan fiskal defisit 3 persen PDB," jelasnya.
Sementara itu, inflasi diperkirakan akan tetap rendah di tahun ini. Dalam beberapa tahun terakhir, inflasi tetap terkendali dan berada dalam rentang target BI sebesar 3,5 plus minus 1 persen.
Dari sisi eksternal, kondisi pasar keuangan yang cukup kondusif telah mendukung peningkatan cadangan devisa hingga mencapai USD 129 miliar pada Desember 2019.
Fitch memperkirakan defisit transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) tetap berada pada level 2,7 persen terhadap PDB di 2020 dan mulai menurun menjadi 2,6 persen di 2021.
Implementasi reformasi struktural yang kuat dan persepsi perusahaan asing terhadap perbaikan level-playing field juga diharapkan dapat mendorong peningkatan aliran masuk investasi asing langsung dan memperkuat kondisi keuangan eksternal Indonesia.
