Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Food Station Tjipinang Ajak Petani Sleman Genjot Produksi Padi Pakai Pupuk Cair
25 Mei 2022 21:39 WIB
·
waktu baca 2 menit
ADVERTISEMENT
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggandeng petani di Kabupaten Sleman untuk budidaya pagi menggunakan teknologi pupuk organik cair hayati ExtraGEN. Kerja sama ini dilakukan antara PT Food Station Tjipinang Jaya dan PT Indoraya Mitra Persada (IMP) 168, Rabu (25/5).
ADVERTISEMENT
Direktur Utama PT Food Station Tjpinang Jaya Pamrihadi Wiraryo mengatakan budidaya ini dilakukan di lahan seluas 113 hektar atau setara dengan 678 ton untuk satu musim tanam dengan varietas bulir Panjang seperti Ciherang, IR 64, mekongga, dan varietas bulir panjang lainnya.
Kegiatan ini berlokasi di Kabupaten Sleman, Kampung Mina Padi Samberembe Candibangun, Kecamatan/Kapanewon Pakem, Sleman, Jogjakarta.
Dalam kerja sama budidaya ini, Food Station membantu pembiayaan mulai dari benih, pupuk, pestisida, dan sarana produksi lainnya. PT IMP 168 sebagai farm manajemen dan petani menyediakan lahannya untuk digarap.
"Kehadiran Food Station berperan dalam membantu petani dalam penyerapan hasil panen dan kepastian harga ketika panen raya," kata Pamrihadi.
Penanaman bersama ini dimulai dari budidaya Mina Padi seluas 3 hektar. Menurut dia, budidaya Mina Padi merupakan sebuah terobosan dalam kegiatan pertanian karena dengan menggunakan lahan yang sama, bisa memperoleh panen 2 komoditas yaitu padi dan ikan nila.
ADVERTISEMENT
Budidaya Mina Padi juga dapat mengurangi biaya operasional penyiangan, sehingga pendapatan yang diterima oleh petani akan lebih banyak.
Kerja sama budidaya ini juga menggunakan pupuk organic cair hayati ExtraGEN yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekitar 20 persen. Penggunaan pupuk tersebut juga sangat ramah lingkungan.
"Harapannya, skema kerja sama budidaya ini pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan petani yang terlibat,” jelas Pamrihadi.
Pamrihadi menyebut kerja sama dengan PT IMP 168 ini dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan melalui kolaborasi antar daerah penghasil pangan dan daerah yang konsumsi pangannya besar seperti DKI Jakarta sesuai arahan Gubernur Anies Baswedan.