Kumparan Logo

Foto: Panas Bumi Kamojang Antar Kopi Lokal Tembus Pasar Dunia

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Pemanfaatan energi panas bumi oleh PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Kamojang tidak hanya menghasilkan listrik, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Melalui inovasi Geothermal Dry House, panas bumi dimanfaatkan untuk mengeringkan biji kopi. Teknologi ini memangkas waktu pengeringan dari hingga 45 hari saat musim hujan menjadi hanya tiga hingga 10 hari, sekaligus menjaga kualitas biji kopi tetap konsisten.

Program tersebut dijalankan bersama tiga kelompok tani, yakni Ecovill, Akkar, dan Penyoeka Kopi, serta telah memberdayakan sekitar 320 keluarga petani kopi.

Berkat proses pascapanen yang lebih cepat dan higienis, kualitas Kopi Arabika Kamojang meningkat sehingga mampu menembus pasar internasional di kawasan Asia dan Eropa dengan volume ekspor mencapai sekitar 20 ton per tahun.

Inovasi ini menjadi contoh pemanfaatan energi terbarukan yang tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat sekitar.

Petani kopi Dede (kanan) bersama Nono Supriatno (kiri) berjalan melintasi pipa Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) milik Pertamina Geothermal Energy (PGE) Tbk untuk memetik biji kopi di perkebunan kopi Area Kamojang, Kabupaten Bandung. Foto: Muhammad Adimaja/Antara Foto