Kumparan Logo

Foto: Pertamina EP Prabumulih Field di Sumatera Selatan Dorong Produksi Migas

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Sejarah panjang hulu migas di Sumatera Selatan sudah berlangsung sejak tahun 1895 dengan didirikannya NV Nederlandsche Indische Exploratie Maatschappij (NIEM) oleh pemerintah Belanda untuk melakukan eksplorasi migas di wilayah Sumatera Selatan dan Jambi.

Seiring berjalannya waktu, makin banyak penemuan ladang migas di berbagai wilayah Sumatera Selatan termasuk di Muara Enim, daerah yang menjadi cikal bakal Kota Prabumulih.

Pengelolaan migas di Prabumulih saat ini salah satunya dipegang oleh PT Pertamina EP Prabumulih Field. Tidak hanya Prabumulih, PT Pertamina EP Prabumulih Field juga mempunyai wilayah kerja di berbagai kabupaten yaitu Muara Enim, Lahat, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu, dan Kota Palembang.

Dalam mengelola sumur-sumur peninggalan kolonial, PT Pertamina EP Prabumulih Field terus melakukan perbaikan serta modernisasi guna meningkatkan produksi migas di lapangan terbesar di Sumatera Selatan tersebut.

Menurut Senior Manager Pertamina EP Prabumulih Field Muhammad Luthfi Ferdiansyah, ada tiga langkah yang dilakukan guna meningkatkan produksi migas di daerah tersebut. Pertama, melakukan perawatan dan optimalisasi sumur-sumur yang sudah ada. Kedua, menambah sumur baru dengan melakukan pengeboran pengembangan dan yang terakhir mengganti pipa-pipa yang sudah tua.

Salah satu capaian besar yang berhasil di tahun 2024 adalah pencapaian lifting minyak per Juni 2024 yang mencatat 8.780 barel minyak per hari naik tajam dari awal tahun yang sebesar 7.999 barel minyak per hari. Jumlah lifting tersebut juga mencapai 117 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah.

Perwira memeriksa kualitas minyak di Pusat Pengumpul Produksi (PPP) Pertamina EP Prabumulih Field, Sumatera Selatan. Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO