Freeport Masih Upayakan Pencarian 5 Pekerja yang Terjebak Longsor
·waktu baca 2 menit

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengungkap proses pencarian 5 pekerja yang terjebak longsor masih berlangsung. Saat ini, ia menuturkan sudah ada lokasi yang diduga sebagai tempat terjebaknya 5 pekerja tersebut.
Sebelumnya, insiden longsor terjadi di tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC). Insiden tersebut mengakibatkan 7 pekerja tertimbun.
“Sekarang kita sudah terus berusaha masuk ke area yang kita duga 5 karyawan lainnya masih ada di situ. Mudah-mudahan mungkin sudah mendekat, karena itu kan besar sekali longsorannya,” kata Tony ditemui di Kantor Kementerian Investasi/BKPM, Jakarta Selatann pada Kamis (2/10).
Tony juga menuturkan, dengan proses saat ini, ia memproyeksi tim evakuasi bisa masuk ke dalam loaksi dugaan 5 pekerja yang terjebak dalam waktu yang tak lama lagi.
“Jadi mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama lagi, 4-5 hari lagi kita akan bisa masuk, bisa sampai ke lokasi yang diduga mereka berada,” ujarnya.
Terkait angka penurunan produksi akibat insiden tersebut, Tony belum memiliki hitungan pasti. Meski begitu, ia menuturkan bahwa meski produksi berhenti pada 8 September lalu, masih ada konsentrat yang bisa diproses dan dijadikan sebagai emas batangan.
“Ini kan sudah berjalan sampai tanggal 8 September kan produksi kita masih sesuai dengan target. Jadi mulai 8 September itu kita berhenti produksi, tapi masih ada konsentrat kan yang kemudian diproses dijadikan katoda, dijadikan emas batangan,” kata Tony.
Sebelumnya, Freeport McMoran memprediksi tambang GBC baru beroperasi secara penuh pada 2027, imbas insiden longsor material basah tersebut.
Pada 20 September 2025, PTFI menemukan dua anggota tim yang meninggal dunia. Ketua Dewan Direksi Freeport, Richard C. Adkerson, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.
