Friederich Silaban Rancang Istiqlal, Nyoman Nuarta Desain Masjid Ibu Kota Baru

Desain bangunan masjid di ibu kota baru mulai muncul ke publik. Nyoman Nuarta menjadi orang yang beruntung bisa dipilih untuk merancang tempat ibadah umat islam tersebut.
Jauh sebelum adanya desain masjid di ibu kota baru, Indonesia juga sudah mempunyai Masjid Istiqlal. Friederich Silaban menjadi perancang Masjid Istiqlal.
Menariknya, Masjid Istiqlal dan masjid di ibu kota baru sama-sama dirancang oleh orang yang tidak beragama islam. Berikut ini selengkapnya mengenai perancang kedua masjid tersebut:
Friederich Silaban Rancang Masjid Istiqlal
Pembangunan masjid ini melibatkan tangan handal sang arsitek Friederich Silaban, seorang Protestan sekaligus anak pendeta dari Sumatera Utara. Silaban lolos pada sayembara 'Rancang Bangun Masjid Istiqlal' yang diikuti oleh 30 peserta.
Dewan Juri sayembara terdiri dari para arsitek dan ulama terkenal yang diketuai oleh Presiden Soekarno. Friederich Silaban menang dengan rancangannya yang bertajuk Sandi Ketuhanan. Desainnya itu kemudian menghiasi menara utama masjid.
Pembangunan Masjid Istiqlal telah melalui perjalanan panjang, hingga akhirnya masjid nasional ini menjadi salah satu ikon Islam Indonesia. Berdiri di antara dua kanal Kali Ciliwung, masjid ini merupakan salah satu proyek raksasa pemerintahan Soekarno setelah Proyek Monas dan Istana Negara. Dalam bahasa Arab, nama 'Istiqlal' memiliki arti kemerdekaan.
Tempat Masjid Istiqlal berdiri awalnya merupakan kawasan taman Wilhemina Park, di mana banyak berdiri monumen peninggalan Belanda dan penaklukan Aceh. Monumen-monumen itu akhirnya dirubuhkan demi pembangunan masjid.
Sebelum ada renovasi besar-besaran, Masjid Istiqlal terdiri dari lima lantai dan satu lantai dasar, yang ditopang oleh 12 pilar raksasa dengan 5.138 tiang pancang. Kubah Masjid Istiqlal memiliki diameter selebar 45 meter.
Dindingnya berlapis batu marmer putih, tampak serasi dengan air mancur besar melambangkan 'tauhid' yang dibangun di sebelah barat daya masjid. Menara tunggal masjid memiliki tinggi 96,66 meter yang menjulang di sudut selatan selasar masjid. Masjid ini mampu menampung lebih dari dua ratus ribu jemaah.
Dibangun di atas lahan seluas 9 hektare, pemancangan tiang pertama dilakukan oleh Presiden Soekarno pada tanggal 24 Agustus 1961 bertepatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang disaksikan oleh ribuan umat Islam. Sekitar tahun 1965, proyek pembangunan masjid sempat tersendat lantaran situasi politik yang kurang kondusif.
Tahun 1966, menteri agama KH. M. Dahlan mempelopori kembali pembangunan masjid ini. Kepengurusan dipegang oleh KH. Idham Chalid yang bertindak sebagai koordinator panitia nasional pembangunan Masjid Istiqlal. Tujuh belas tahun berlalu, Masjid Istiqlal selesai dibangun dan diresmikan penggunaannya oleh Presiden Soeharto pada tanggal 22 Februari 1978.
Pada awal tahun 2021, Presiden Joko Widodo akhirnya meresmikan renovasi Masjid Istiqlal, Jakarta, pada Kamis (7/1) sore. Jokowi menyebut renovasi secara besar-besaran ini baru pertama kali terjadi setelah 42 tahun dibangun dan menelan biaya sebesar Rp 511 miliar dari APBN.
Jokowi mengagumi perubahan total Masjid Istiqlal yang terlihat lebih megah dan modern. Untuk itu, dia memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam renovasi ini. Pengerjaan renovasi ini dilakukan oleh BUMN PT Waskita Karya
Jokowi menjelaskan hadirnya Istiqlal yang sudah direnovasi ini bukan hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tapi juga seluruh rakyat Indonesia.
"Renovasi Masjid Istiqlal agar menjadi semakin megah bukan untuk gagah-gagahan, bukan hanya menjadi kebanggaan umat Islam tapi juga menjadi kebanggaan seluruh rakyat Indonesia, kebanggaan bangsa kita Indonesia," kata Jokowi.
Nyoman Nuarta Desain Masjid Ibu Kota Baru
Maestro pematung Indonesia, Nyoman Nuarta, dipilih pemerintah untuk mendesain masjid di ibu kota baru. Hanya saja, desain yang dibuat Nyoman Nuarta masih di tahap awal.
Nyoman telah memamerkan desain awal masjid yang akan dibangun di ibu kota baru. Melalui akun Instagramnya, Nyoman Nuarta mengunggah desain masjid melalui video. Terlihat bangunan tempat ibadah megah yang disiapkan Nyoman Nuarta.
Dari video itu diperlihatkan juga sekeliling bangunan masjid yang luas dilengkapi pepohonan. Saat malam hari, kerlip lampu menghiasi halaman masjid.
Masjid di ibu kota negara baru itu rencananya dibangun di pinggir danau. Nyoman berharap bangunan tempat ibadah tersebut bisa menjaga rasa persatuan.
“Semoga rasa persatuan bangsa menjadi lebih mesra. Memang tempat ibadah akan dibangun di pinggir danau,” terang Nyoman melalui kolom komentar dari unggahan video tersebut.
Meski begitu, Nyoman menjelaskan desain masjid yang diunggahnya tersebut masih belum final.
“Terima kasih, ini desain baru tahapan gagasan atau idea saja belum merupakan basic design,” ujar Nyoman Nuarta.
Sebagai pematung, sudah banyak karya yang dibuat oleh pria yang lahir di Bali ini. Beberapa karya yang terkenal adalah patung Garuda Wisnu Kencana di Bali dan patung Jalesveva Jayamahe di Surabaya.
