Gagal Perpanjang Izin, CATL Setop Sementara Operasi Tambang Litium di China
·waktu baca 2 menit

Perusahaan raksasa baterai Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL) menghentikan produksi di salah satu tambang litium besar di Provinsi Jiangxi, China, selama setidaknya tiga bulan, menurut sumber yang mengetahui masalah ini.
Mengutip Bloomberg, Senin (111/8), produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia tersebut telah mengumumkan secara internal bahwa tambang Jianxiawo akan menghentikan operasi untuk sementara. Salah satu sumber mengatakan, penghentian tersebut terjadi setelah perusahaan gagal memperpanjang izin tambang utama yang berakhir pada 9 Agustus. Adapun CATL tidak segera menanggapi pertanyaan Bloomberg di luar jam kerja.
Industri litium belakangan ini terguncang oleh volatilitas ekstrem di pasar spot, berjangka, maupun ekuitas. Tambang Jianxiawo menjadi sorotan khusus, mengingat adanya pertanyaan seputar perpanjangan izinnya.
Pekan lalu, para pedagang bahkan menerbangkan drone di atas lokasi tambang yang diperkirakan menyumbang sekitar 3 persen dari produksi litium dunia untuk mencoba mengamati kondisi produksi saat ini.
Sumber menyebut bahwa kilang-kilang yang berafiliasi di Yichun, dekat lokasi tambang, sudah menerima pemberitahuan penutupan. Sumber lainnya menambahkan, CATL masih berupaya memperpanjang izin lewat pembicaraan dengan pemerintah, tetapi juga bersiap jika penghentian operasi harus berlangsung selama beberapa bulan.
Masalah izin dan penghentian ini terjadi di tengah kebijakan ketat Beijing untuk mengurangi kelebihan kapasitas di berbagai industri, serta memperketat pengawasan tambang. Bagi industri litium yang mengalami kelebihan pasokan selama lebih dari dua tahun, berhentinya produksi dari salah satu pemasok besar justru bisa membantu menstabilkan pasar.
Pendapatan CATL dari bisnis sumber daya mineral baterai anjlok 29 persen pada 2024, penurunan yang menyoroti tantangan investasi hulu perusahaan China tersebut, termasuk anjloknya harga litium secara tajam. Investasi itu awalnya dimaksudkan untuk mengamankan pasokan dan mengendalikan biaya, dan CATL telah agresif mengejar kepemilikan tambang, bahkan di luar negeri.
Kontrak berjangka litium karbonat paling aktif di Bursa Berjangka Guangzhou sempat menembus lebih dari 80.000 yuan atau sekitar USD 11.128 pada Juli, sebelum bursa tersebut mengambil langkah untuk membatasi perdagangan spekulatif. Harga bahan ini melonjak sekitar 9 persen pekan lalu menjadi 75.000 yuan pada perdagangan Jumat (8/8).
