Kumparan Logo

Gagasan Mahfud MD soal Target Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen Dinilai Tak Realistis

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Minggu (1/5). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Cawapres paslon 03, Mahfud MD, menegaskan pemberantasan korupsi menjadi hambatan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 7 persen. Hal ini disampaikan dalam debat cawapres pada Jumat (22/12) lalu.

Dalam debat cawapres pada Jumat pekan lalu, Mahfud mengatakan pertumbuhan ekonomi tidak pernah mencapai 7 persen pada era reformasi karena banyaknya permasalahan korupsi di Indonesia.

"Maka kuncinya adalah bagaimana kita memberantas korupsi. Lalu ada yang tanya kepada saya, “Bapak, kalau Bapak jadi wakil presiden orang takut ditangkap?” ujarnya saat Debat Pilpres 2024, Jumat (22/12).

Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menilai target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen tidak realistis. Proyeksi tersebut juga disampaikan lembaga keuangan seperti Bank Dunia dan IMF.

“Rasanya berat sampai 2027 (pertumbuhan ekonomi) 7 persen. Kayanya berat dan enggak realistis. Banyak lembaga perkirakan 2027 5,5 maksimal lebih tinggi, tidak bisa seperti dahulu,” kata Tauhid saat dihubungi kumparan, Selasa (26/12).

instagram embed

Tauhid menjelaskan ada tiga pendorong pertumbuhan ekonomi, yaitu komponen Produk Domestik Bruto (PDB), modal, dan produktivitas dari tenaga kerja. Faktor pemberantasan korupsi dapat menjaga anggaran pemerintah, namun bukan berarti langsung meningkatkan pertumbuhan ekonomi Tanah Air mencapai level 7 persen.

“Kemungkinan anggaran pemerintah bisa tinggi porsinya dalam pertumbuhan ekonomi. Konsumsi dan investasi bisa saja meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tapi tidak serta-merta 7 persen,” ujar Tauhid.

Senada, Executive Director Center of Reform on Economics (CORE), Mohammad Faisal, membantah bahwa pemberantasan korupsi menjadi kunci utama pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7 persen. Sebab, dorongan investasi yang tinggi bisa mengerek pertumbuhan ekonomi dari level 5,5 persen menjadi 7 persen.

“Di samping masalah berantas korupsi, berbagai macam permasalahan lain yang harus juga diatasi supaya pertumbuhan ekonomi bisa cepat. Termasuk dengan cara mendorong investasi,” imbuh Faisal.

Cawapres nomor urut 03 Mahfud MD menyampaikan gagasannya saat debat calon wakil presiden Pemilu 2024 di JCC, Jakarta, Jumat (22/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Faisal menjelaskan korupsi menjadi salah satu faktor permasalahan investasi. Selain itu ada juga masalah infrastruktur, SDM hingga perizinan lahan.

“Pemberantasan korupsi merupakan salah satu kunci dorong investasi, tapi bukan satu-satunya faktor pertumbuhan ekonomi,” tuturnya.

Chief Economist BCA, David Sumual, juga berpendapat bahwa target pertumbuhan ekonomi 7 persen tahun 2024 kurang realistis. Sebab, kunci pertumbuhan adalah peningkatan kapasitas melalui investasi sehingga komposisi investasi sedikitnya 40 persen terhadap PDB.

“Ekonomi Indonesia sesuai data historis hanya bisa di atas 6 persen ketika harga komoditas booming di era 2012-2014 dan di awal tahun 1990-an juga karena kenaikan harga komoditas,” jelas David.

Adapun penghambat utama investasi menurut investor, kata David, antara lain ketersediaan tingkat kerja yang terampil, serta penegakan hukum dan birokrasi yang berbelit.