Gandeng BP-Taskin, BGN Mau Bikin 1.000 Dapur Makan Bergizi Gratis di Daerah 3T
·waktu baca 3 menit

Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) menggandeng Badan Gizi Nasional (BGN) menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk membangun 1.000 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T) serta kantong-kantong kemiskinan.
Program ini menyasar anak-anak sekolah dan ibu hamil yang tinggal di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap persoalan gizi.
“Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan, bermaksud khusus bekerja sama dari BGN, khusus di tempat-tempat kantong kemiskinan yang berada, anak-anak sekolah di daerah 3T, ibu-ibu hamil di daerah 3T, anak-anak sekolah di kantong-kantong kemiskinan,” ujar Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko dalam agenda penandatanganan di kantornya, Jakarta, Senin (16/6).
Kata Budiman, pembangunan 1.000 SPPG ini menjadi fokus awal karena karakteristik wilayah 3T yang menantang secara geografis dan jumlah penduduk yang tidak merata. Maka dari itu, kata dia, penyesuaian jumlah penerima manfaat dan skala pembangunan akan dilakukan sesuai kebutuhan lapangan.
“Kalau 3T kan kadang-kadang jarang penduduk, mungkin sizenya, ukurannya, jumlah penerimanya akan disesuaikan, dan juga ukuran SPPG-nya juga akan disesuaikan,” jelasnya.
Budiman telah melakukan verifikasi teknis bersama BGN terhadap lokasi-lokasi prioritas. Ia juga mengajak pelaku usaha nasional yang disebut sebagai entrepreneur merah putih untuk terlibat dalam pembangunan di wilayah-wilayah sulit.
Sejumlah lokasi prioritas sudah ditentukan, di antaranya Pulau Mentawai, Lampung Barat, Sulawesi Tenggara, Kuningan, Ponorogo, Cilacap, dan Brebes. Di lokasi-lokasi tersebut, pembangunan akan diarahkan untuk menjangkau masyarakat yang benar-benar sulit terakses.
Budiman menganggap penting menjaga rantai pasok bahan makanan bergizi, termasuk telur, daging, susu, dan sayuran. Untuk itu, Budiman bakal melibatkan koperasi, UMKM, dan investor dalam membangun sistem logistik untuk dapur MBG di wilayah 3T.
Kepala BGN Dadan Hindayana menyampaikan, kolaborasi ini sebagai bagian dari target nasional untuk menjangkau 82,9 juta penerima program MBG tahun ini. Kerja sama dengan BP Taskin akan mempercepat pelaksanaan program MBG di lapangan.
Menurutnya, anggaran untuk pembangunan gedung-gedung SPPG di daerah 3T sudah disiapkan dan sedang dalam proses lelang. Namun demikian, ia menekankan pembiayaan akan banyak melibatkan kemitraan lintas sektor.
“Lebih dari 80 persen itu merupakan kemitraan. Jadi Badan Gizi sendiri hanya akan bangun maksimal 2.000 satuan pelayanan gizi yang berbasis APBN dan itu akan di daerah-daerah terpencil, terluar, tertinggal, di mana penerima manfaatnya mungkin hanya 50 orang, 200 orang, 100 orang,” ungkap Dadan di kesempatan yang sama.
Dapur MBG 3T Menggunakan Lahan Idle Milik Desa
Wakil Kepala BP Taskin, Nanik S. Deyang, menjelaskan sebagian lahan untuk pembangunan dapur akan disediakan oleh desa. Menurut dia, pendekatan ini memungkinkan optimalisasi aset desa yang sebelumnya tidak termanfaatkan.
“Jadi ada beberapa, nanti misalnya ya, ada beberapa yang sudah kita survei tanah itu disiapkan oleh desa. Jadi artinya nanti kalau ada, kan dari BGN ada sewa, itu masuk dalam kas desa yang tadinya tanah-tanah di desa itu idle, nah itu digunakan untuk dapur,” kata Nanik, dalam agenda penandatanganan di kantornya, Jakarta, Senin (16/6).
Pembangunan juga akan melibatkan pendanaan dari pengusaha patriotik dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
