Gandeng Jakpro & PJAA, BTN Lanjutkan Pembangunan Jembatan JIS-Ancol
ยทwaktu baca 3 menit

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melanjutkan pembangunan jembatan yang menghubungkan Jakarta International Stadium (JIS) dan Ancol sepanjang 400 meter.
Hal tersebut merupakan salah satu poin Nota Kesepahaman (MoU) antara BTN, dengan PT Pembangunan Jaya Ancol (Perseroda) Tbk (PJAA) dan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro yang diteken hari ini.
Direktur Utama BTN, Nixon L.P Napitupulu, mengatakan pembangunan jembatan Ancol menuju JIS sejatinya sudah berlangsung. Perusahaan akan membantu merampungkannya.
"Sebenarnya jembatannya sudah ada, cuma menghubungkan ke Ancol tinggal sedikit lagi yang kita teruskan, hitungannya kurang lebih 400 meter. Ini sedang menyelesaikan desain dan hitungannya," katanya saat ditemui di Balai Kota Jakarta, Selasa (19/8).
Nixon menjelaskan, BTN juga menjalin kolaborasi dari sisi pemasaran (branding) dengan Ancol dan Jakpro, salah satunya melalui pembangunan jembatan tersebut.
"Manfaatnya pasti branding, kita bisa nge-branding jembatan itu dan di Ancol kita juga ada kerja sama khusus branding nantinya," tuturnya.
Meski tidak menjelaskan dengan rinci biaya investasi yang digelontorkan BTN untuk membangun jembatan Ancol dan JIS, Nixon memastikan angkanya di atas Rp 1 miliar.
"Belum bisa disebut sekarang karena sedang dihitung totalnya gitu nilai cost dengan Ancol maupun dengan Jakpro, yang pasti di atas Rp 1 miliar," ungkap Nixon.
Di sisi lain, BTN juga menjalin kerja sama dengan Ancol dan Jakpro di bidang digitalisasi keuangan. Nantinya, perusahaan menghadirkan sistem pembayaran yang lebih digital alias cashless di Ancol maupun JIS.
Sementara itu, Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Pramono Anung, menambahkan jembatan tersebut akan memudahkan akses pengunjung JIS ketika ada gelaran besar, baik itu olahraga maupun konser, untuk mencari tempat parkir di Ancol.
"Saya membayangkan kalau ada event-event besar apakah itu pertandingan sepak bola, konser dan sebagainya orang tidak lagi parkir semuanya di JIS, karena di fasilitasi Ancol kan besar banget," jelasnya.
Pramono juga membuka peluang mengadakan fasilitas shuttle bus bagi pengunjung JIS yang akan menggunakan parkiran di Ancol.
"Kalau itu bisa dilakukan, maka akan ada shuttle bus atau apa pun membuat orang masuknya lewat Ancol, karena paling gampang lewat Ancol. Parkirnya di Ancol apakah jalan kaki apakah kemudian naik shuttle bus," ungkapnya.
Dengan demikian, dia berharap kawasan JIS akan semakin tertata dan rapi ketika ada acara besar. Namun, dia belum bisa menjelaskan teknis pembayaran tiket masuk Ancol via jembatan tersebut.
"Orang akan lebih gampang dan tidak lagi ada komplain ketika nonton (konser/event besar) seperti Bruno Mars, Maroon5, Dewa dan sebagainya. Sehingga dengan demikian itulah strategic planner itu diadakan," tandas Pramono.
