Kumparan Logo

Gandeng Keppel & Meta, Telin Resmikan Cable Landing Station di Minahasa

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
CEO Telin Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir, Komisaris Telin Bambang A. Margono, dan Komisaris Utama Telin Muhammad Rofik saat Grand Launching Cable Landing Station (CLS) Manado- Minahasa, pada Kamis (17/7). Foto: dok. Telkom Indonesia
zoom-in-whitePerbesar
CEO Telin Budi Satria Dharma Purba, Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir, Komisaris Telin Bambang A. Margono, dan Komisaris Utama Telin Muhammad Rofik saat Grand Launching Cable Landing Station (CLS) Manado- Minahasa, pada Kamis (17/7). Foto: dok. Telkom Indonesia

Anak usaha Telkom, Telin, terus berkomitmen dalam memperkuat konektivitas internasional, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Salah satu komitmen tersebut baru saja meresmikan Cable Landing Station (CLS) di Kalasey, Minahasa.

Merupakan bagian dari Bifrost Cable System, CLS Manado-Minahasa menjadi proyek kabel bawah laut internasional yang dikembangkan melalui kolaborasi antara Telin, Keppel, dan Meta. Sistem ini menghubungkan Asia Tenggara langsung dengan Amerika Utara melalui jalur laut strategis, seperti Laut Jawa dan Laut Sulawesi, sehingga memperkuat posisi Indonesia dalam ekosistem trafik data global.

Acara peresmian dihadiri oleh jajaran pimpinan TelkomGroup. Mulai dari Direktur Wholesale & International Service Telkom, Honesti Basyir; Komisaris Utama Telin, Muhammad Rofik; serta Komisaris Telin, Bambang A. Margono.

Jajaran Direksi Telin meliputi Budi Satria Dharma Purba, Kharisma, Abdul Rahman Ansyory, dan Doni Andriansyah, Direktur Bisnis GSD Amini Kusumawati, Plt. CEO Telkom Infrastruktur Slamet Riyanto, Direktur Operasional Telkom Akses Ambari, serta EVP Telkom Regional V Amin Soebagyo juga turut menghadiri acara ini.

Telin Budi Satria Dharma Purba dan Direktur Wholesale & International Service Telkom Honesti Basyir saat meresmikan Cable Landing Station (CLS) Manado- Minahasa, pada Kamis (17/7). Foto: dok. Telkom Indonesia

Direktur Wholesale & International Service, Honesti Basyir menyampaikan, Cable Landing Station Manado-Minahasa menjadi langkah strategis Indonesia dalam mengokohkan posisinya sebagai pusat digital utama di kawasan Asia-Pasifik.

“Dengan akses langsung lintas Pasifik melalui Bifrost dan kesiapan untuk kabel-kabel internasional berikutnya, kami membangun fondasi kuat bagi konektivitas, inovasi, dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” lanjutnya.

Sementara itu, CEO Telin, Budi Satria Dharma Purba menambahkan, CLS Manado-Minahasa bukan sekadar fasilitas fisik, melainkan pintu gerbang penting bagi Indonesia untuk mengambil peran sentral di era digital.

“Dengan mendukung Bifrost dan sistem kabel lainnya di masa depan, kami menghadirkan konektivitas yang lebih luas, mendorong inovasi, dan membuka peluang ekonomi di kawasan Asia Pasifik,” ucap Budi.

Sejak pengumuman kick off Bifrost Cable System pada tahun 2021, Telin telah melakukan serangkaian tahapan penting, yakni pemilihan lokasi CLS Manado-Minahasa, pelaksanaan peletakan batu pertama pada Oktober 2024, serta penyelesaian konstruksi dan pendaratan kabel pada awal tahun 2025.

Setelah kabel berhasil mendarat di CLS Jakarta tahun lalu dan Minahasa di awal tahun 2025, saat ini CLS Manado-Minahasa telah selesai diaktifkan dan terintegrasi ke dalam jaringan Telkom. Fasilitas ini siap mendukung pengembangan konektivitas berkapasitas tinggi dan sistem kabel internasional yang terus bertambah.

Dengan infrastruktur memadai yang scalable, CLS Manado-Minahasa dirancang untuk mendukung beberapa sistem kabel bawah laut sekaligus. Fasilitas ini telah dilengkapi dengan Beach Man Hole (BMH) serta jaringan front-haul yang andal, menjadikannya titik pendaratan ideal untuk sistem kabel bawah laut dan platform digital masa depan.

“Peluncuran Cable Landing Station Manado-Minahasa ini menjadi salah satu simbol transformasi digital Indonesia. Dengan mendukung Bifrost dan berbagai proyek kabel internasional lainnya, infrastruktur strategis ini akan memperkuat konektivitas regional, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat peran Indonesia sebagai simpul utama dalam jaringan digital global,” pungkas Budi.