Ganjar Soal Transisi Energi RI: Jangan Sok-sokan Pindah Kemudian Hancur
·waktu baca 1 menit

Bakal Calon Presiden asal PDIP, Ganjar Pranowo meminta pemerintah Indonesia melakukan transisi energi secara bertahap. Bahkan, ia menyebut, jika transisi energi dilakukan terburu-buru akan mendatangkan kehancuran.
"Maaf ya, saya kira kita nggak bisa sok-sokan akan pindah kemudian kita hancur, jangan!"kata Ganjar dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Rabu (8/11).
Ganjar bilang, dirinya pernah ditodong pertanyaan Duta Besar Belanda soal peta jalan transisi energi Indonesia. Dubes itu menanyakan kenapa Indonesia masih memakai energi batu bara di tengah target net zero emission.
"Dubes Belanda tanya saya, Anda bicara (net zero emission) tapi masih pakai batu bara. Saya bilang iyalah wong kami punya, saya nggak pungkiri," ungkap Ganjar.
"Pengusaha batu bara kaya-kaya, pasti bener. Emangnya itu dipakai di tempat kita saja? hai negara-negara pengekspor anda juga pakai!" tambah Ganjar.
Ganjar melanjutkan, untuk menuju net zero emission Indonesia membutuhkan waktu dan proses terlebih dahulu melalui teknologi bersih ultra super critical.
"Pasti roadmap-nya kita akan kurangi, tapi ketika kita belum bisa mengurangi, kita masih membutuhkan itu, pakai teknologi yang tidak mencemari. Apa itu? Ultra super critical," ungkapnya.
