kumparan
26 Maret 2020 13:39

Gara-gara Virus Corona, Ekonomi Singapura Bersiap Menuju Resesi

Status oranye Singapura virus corona Merlion Park
Suasana di Merlion Park di Singapura setelah penetapan status level oranye. Foto: REUTERS/Feline Lim
Singapura melaporkan perekonomiannya merosot akibat pandemi virus corona. Negara kecil di Asia Tenggara tersebut bersiap menuju resesi setelah ekonominya mengalami kontraksi cukup dalam sejak satu dekade terakhir.
ADVERTISEMENT
Singapura merupakan negara dengan ekonomi paling terbuka di dunia. Selain itu, Singapura juga merupakan pusat keuangan dan pelabuhan utama di Asia Tenggara yang menjadikannya penentu bagi perdagangan global.
Meskipun tidak mengambil kebijakan lockdown, ekonomi Singapura menyusut 2,2 persen pada kuartal pertama tahun ini dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan laporan Reuters, Kementerian Perdagangan Singapura, penurunan ekonomi hingga 2,2 persen pada kuartal pertama tahun ini merupakan yang paling parah sejak krisis keuangan 2009.
Sektor paling tertekan di antaranya jasa, konstruksi dan manufaktur. Produk Domestik Bruto (PDB) menyusut 10,6 persen, terendah sejak 2010 dan di bawah ekspektasi untuk penurunan 6,3 persen.
Kementerian perdagangan Singapura mengoreksi kisaran perkiraan PDB 2020 menjadi minus 1 persen hingga minus 4 persen, dari sebelumnya minus 0,5 persen hingga minus 1,5 persen. Investor berharap ada kucuran stimulus fiskal dan moneter akibat kondisi tersebut.
ADVERTISEMENT
"Ini bisa menjadi resesi terburuk yang pernah tercatat di Singapura," kata Irvin Seah, ekonom senior di bank terbesar Singapura DBS. Dia memprediksi kontraksi hingga 2,8 persen sepanjang tahun ini.
virus corona singapura
Para awak pasawat mengenakan masker pelindung di terminal keberangkatan Bandara Internasional Changi di Singapura Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN
Ekonom yang disurvei oleh Reuters pekan lalu menunjukkan lebih dari tiga perempat percaya ekonomi global sudah dalam resesi karena virus corona yang terus menyebar.
Sementara itu, Otoritas Moneter Singapura (MAS) menyatakan akan mempercepat pernyataan kebijakan moneter menjadi Senin, 30 Maret.
Banyak ekonom mengharapkan pelonggaran drastis yang tidak terlihat sejak krisis keuangan karena bank sentral global menarik semua penghentian.
"Tingkat dari dua bulan pertama sudah memberitahu Anda ... seberapa buruk itu akan terjadi," kata Selena Ling, kepala penelitian dan strategi keuangan di OCBC Bank.
ADVERTISEMENT
"Kemungkinannya adalah mereka akan mengeluarkan bazoka yang sangat besar siang ini, dan datang Senin depan, MAS juga akan melakukan apa yang perlu."
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan