Kumparan Logo

Garap Proyek Giant Sea Wall, Pemerintah Tak Hanya Andalkan China

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan kepada wartawan saat sesi konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan keterangan kepada wartawan saat sesi konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan

Pemerintah memastikan proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut raksasa masih dalam tahap penjajakan investasi. Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terbuka untuk China, tetapi juga negara lain.

“Masih terus dibicarakan ya, kita akan semakin membuka komunikasi, tentu tidak hanya Tiongkok tapi dengan berbagai negara lain,” kata AHY usai menghadiri rapat di Istana Kepresidenan, Kamis (11/9).

AHY menjelaskan, pemerintah akan menyiapkan blueprint pembangunan tanggul laut dengan mengombinasikan rancangan dari dalam negeri dan masukan dari negara yang berpengalaman di bidang serupa.

“Nanti akan kita kombinasikan dengan kita sendiri. Indonesia juga membuat tentunya dan kita akan menghadirkan berbagai konsultasi juga dengan berbagai pihak yang punya pengalaman di bidang itu,” ujarnya.

Meski begitu, AHY belum merinci negara mana saja yang sudah diajak bertemu dan membicarakan proyek strategis tersebut.

Proyek Giant Sea Wall masuk dalam agenda pembangunan infrastruktur nasional yang diharapkan mampu menjadi solusi jangka panjang mengatasi risiko banjir rob dan penurunan muka tanah, khususnya di kawasan pesisir Jakarta.

instagram embed