Garuda Akui Rugi Gara-gara Beri Diskon Tiket hingga 50 Persen

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) mengaku rugi USD 15 juta atau sekitar Rp 214,5 miliar (kurs Rp 14.300) di April 2019 karena memberikan diskon tiket pesawat 30 hingga 50 persen. Adapun potongan harga ini diberikan berdasarkan permintaan Kementerian BUMN untuk lansia, mahasiswa, pelajar, hingga veteran. Saat itu, Garuda memberikan diskon untuk memperingati hut ke-21 Kementerian BUMN.
Menyiasati kerugian ini, Garuda Indonesia berupaya mencari pendapatan lain di luar tiket pesawat.
VP Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan mengatakan, pihaknya banyak melakukan efisiensi untuk menutup kerugian.
"Jadi gini, memang poinnya adalah bahwa kan kita semacam melakukan penugasan, dulu beri diskon. Bagi kita pemberian diskon itu menekan keuntungan kita. Jadi dengan itu kemarin yang USD 15 juta, itu menekan kinerja kita. Tapi poinnya supaya berimbang, kita cari pos-pos lain yang bisa diefisiensikan biar bisa bertahan,” katanya kepada kumparan, Jumat (31/5).
Selain itu, Ikhsan mengaku, pihaknya meningkatkan pendapatan di usaha kargo. Salah satunya dengan menggunakan drone sebagai alat angkutan kargo perseroan.
“Kita sudah ada freighter (kapal barang/kargo) domestik, nanti juga internasional kita akan buat. Terus kita juga pengembangan ke usaha kargo lewat pesawat nirawak atau drone untuk wilayah pelosok. Kita usaha untuk tingkatkan pendapatan non tiket,” katanya.
Pendapatan dari iklan juga mulai dilirik perusahaan sejak mengalami kerugian ini. Ikhsan menuturkan, dengan jumlah penumpang Garuda Indonesia yang sekitar 50 juta bisa menjadi nilai jual bagi para calon pengiklan.
“Ya dengan jumlah penumpang yang 50 juta bisa dibilang kita sudah mirip dengan marketplace lah ya, jadi masih cukup menjual,” pungkasnya.
