Kumparan Logo

Garuda: Harga Tiket Pesawat Turun Hanya di Jam Sepi

kumparanBISNISverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)

Indonesia National Air Carriers Association (INACA) memastikan harga tiket pesawat akan turun bervariasi mulai 30 hingga 60 persen pada Senin (14/1) kemarin. Kebijakan itu diambil setelah INACA bertemu Menteri Perhubungan pada Minggu (13/1).

Meski demikian, menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra, penurunan harga tiket pesawat Garuda dilakukan menyesuaikan supply dan demand. Di rute yang ramai seperti Denpasar, penurunan harga belum dilakukan.

"Denpasar masih Rp 1,9 juta belum diturunkan karena demand masih tinggi. Ada memang yang belum turun karena demand," ucapnya di Penang Bistro, Jakarta, Selasa (15/1).

Selain rute itu, penurunan harga tiket sudah dilakukan di kisaran 20-60 persen sesuai dengan permintaan masyarakat. Dia mencontohkan untuk tiket harga Banda Aceh yang semula Rp 3,02 juta, kini sudah turun menjadi Rp 1,6 juta.

"Surabaya itu yang sering mahal Rp 1,6 juta, sekarang Jakarta-Surabaya Rp 1,3 juta. Dan turunnya rute lain bervariasi," ujarnya.

Dia pun menjelaskan, penurunan harga tiket dilakukan tidak di setiap waktu, melainkan pada waktu-waktu tertentu saat masyarakat minim membeli tiket pesawat. Dengan begitu diharapkan kinerja keuangan maskapai tidak terlalu buruk.

"Dan memang itu 30 persen itu siang, lalu pasti ada turun bervariasi 20-60 persen. Itu baik dan positif," tegasnya.