Garuda Indonesia Berhasil Cetak Laba Rp 58 Triliun! Ini Dia Penyebabnya

3 November 2022 18:33
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Garuda Indonesia. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Garuda Indonesia. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Emiten penerbangan BUMN, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) melaporkan kinerja keuangan di kuartal III 2022 yang naik signifikan.
ADVERTISEMENT
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis, Kamis (3/11), Garuda Indonesia mencatatkan pendapatan usaha USD 1,5 miliar atau setara Rp 23,62 triliun (dengan asumsi kurs Rp 15.695 per dolar AS) di kuartal III 2022. Jumlah tersebut naik 60,27 persen dari kuartal III 2021 (year on year) yang sebesar USD 939,02 juta.
Adapun rinciannya pendapatan tersebut dari pos penerbangan berjadwal yang naik dari USD 737,85 juta di kuartal III 2021 menjadi USD 1,15 juta di kuartal III 2022. Kemudian dari penerbangan tidak berjadwal juga ikut naik menjadi Rp 162,79 juta dan pendapatan lain-lain juga naik menjadi USD 185,98 juta di kuartal III 2022.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Tak hanya itu beban usaha perusahaan juga tercatat turun 6,55 persen di kuartal III 2022 menjadi USD 1,85 miliar, dari yang sebelumnya USD 1,98 miliar di periode yang sama di tahun lalu.
ADVERTISEMENT
Adapun Beban yang paling besar adalah dari beban tiket, penjualan, dan promosi yang naik signifikan dari USD 66,71 juta di kuartal III 2021, menjadi USD 101,25 juta di kuartal III 2022. Kemudian beban usaha operasional penerbangan juga masih menjadi mayoritas di USD 1,08 miliar di kuartal III 2022.
Dengan demikian, laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar USD 3,7 miliar atau setara Rp 58,07 triliun di kuartal III 2022, dari yang sebelumnya rugi USD 1,66 miliar.
Hal ini lantaran, Garuda Indonesia berhasil mencetak pendapatan / (beban) usaha lainnya yang signifikan yakni USD 4,27 miliar di kuartal III 2022. Pos tersebut didukung oleh pendapatan dari restrukturisasi utang dan pendapatan dari penghentian dini kontrak sewa yang masing-masing sebesar USD 2,85 miliar dan USD 279,16 juta.
ADVERTISEMENT
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020