Kumparan Logo

Garuda Indonesia Buka Suara soal Rencana Suntikan Modal dari Danantara

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesawat Garuda Indonesia. Foto: KeleX Pictures/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Garuda Indonesia. Foto: KeleX Pictures/Shutterstock

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) buka suara terkait rencana aksi korporasi suntikan modal dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, di tengah kinerja keuangan perusahaan yang tengah lesu.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani Pandjaitan mengatakan segala keputusan aksi korporasi merupakan kebijakan pemegang saham mayoritas perseroan, yakni Danantara Indonesia.

"Pada prinsipnya kebijakan dan strategi atas aksi korporasi tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemegang saham serta para pemangku kepentingan terkait. Garuda Indonesia secara berkala berkoordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait lainnya, sambil tetap berfokus untuk memastikan perusahaan berjalan on the track," ungkapnya, dikutip Rabu (21/5).

Adapun pemerintah telah mengalihkan 65 persen sahamnya di Garuda kepada Danantara pada Maret 2025, sebagai bagian dari perombakan besar-besaran di tubuh BUMN yang diamanatkan Presiden Prabowo Subianto.

Wamildan melanjutkan bahwa seluruh pertimbangan, kebijakan, dan strategi atas aksi korporasi tersebut sepenuhnya merupakan kewenangan pemegang saham serta para pemangku kepentingan terkait.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Wamildan Tsani di Kantor Kementerian BUMN, Selasa (19/11/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Dia juga menjelaskan, seluruh rencana skema pendanaan dari Danantara, perkembangan rencana pendanaan, dan dampak dari rencana tersebut merupakan kewenangan dari pemegang saham dan pemangku kepentingan terkait.

"Tidak terdapat informasi material yang dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan atau harga saham Perseroan. Perseroan akan senantiasa memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya dibidang Pasar Modal," tandas Wamildan.

Sebelumnya, dikutip dari Bloomberg, Garuda Indonesia tengah berunding dengan perusahaan sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, terkait suntikan modal, di saat maskapai penerbangan nasional itu tengah berupaya memperbaiki keuangannya.

Pembicaraan tersebut masih dalam tahap awal dan dapat berubah, dan rincian mengenai jumlah dana yang ditransfer masih sedang digodok, kata sumber tersebut, yang meminta untuk tidak disebutkan identitasnya karena mereka tidak berwenang berbicara kepada publik.

instagram embed

Garuda, yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh negara, kembali mengalami kerugian bersih tahun lalu setelah dua tahun meraup laba berkat maraknya sektor perjalanan pasca COVID-19. Perusahaan mengangkat direktur utama baru pada November dan telah menjalankan misi untuk memperbaiki neraca keuangannya serta memperluas jaringan internasionalnya.

Setidaknya 15 jetnya tidak beroperasi karena kesulitan membayar biaya perawatan, menurut sumber lain yang mengetahui masalah ini awal bulan ini. Beberapa pemasok juga meminta pembayaran di muka untuk suku cadang dan tenaga kerja karena kekhawatiran atas situasi keuangan Garuda, kata salah satu sumber tersebut.

Hingga Desember, Garuda memiliki utang sekitar USD 1,4 miliar lebih banyak dari asetnya, kekurangan modal yang menurut beberapa analis perlu ditutup sebelum Garuda dapat berfungsi normal lagi sebagai perusahaan dan memperoleh pendanaan eksternal tambahan.

Restrukturisasi utang terkini maskapai itu berakhir pada Desember 2022, menyusul rencana yang disetujui pengadilan dan diratifikasi pada Juni tahun itu, yang memungkinkan maskapai itu merestrukturisasi kewajiban sekitar USD 9,6 miliar.

Maskapai penerbangan berusia 76 tahun ini merupakan pemberi kerja utama dan moda transportasi utama bagi Indonesia, negara yang terdiri dari 17.000 pulau di wilayah yang membentang dari New York hingga London.