Bisnis
ยท
14 Februari 2021 17:22

Garuda Indonesia Punya KirimAja, Pengganti PT Tauberes yang Dibubarkan?

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Garuda Indonesia Punya KirimAja, Pengganti PT Tauberes yang Dibubarkan? (37955)
Peluncuran perusahaan logistik Garuda Tauberes yang merupakan cucu perusahaan Garuda Indonesia. Foto: Dok. Garuda Indonesia
Pertengahan tahun lalu, PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) atau GIAA meluncurkan layanan baru di bidang pengiriman barang bernama KirimAja. Aplikasi ini berada di bawah PT Aerojasa Cargo yang merupakan cucu usaha Garuda Indonesia.
ADVERTISEMENT
Sebelum ada KirimAja, Garuda Indonesia memiliki cucu usaha serupa bernama Garuda Tauberes Indonesia (GTI) yang diluncurkan pada September 2019. Saat itu, Garuda Indonesia masih dipimpin oleh I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara. Dia juga menjadi Komisaris Utama di Tauberes.
Sayangnya, saat skandal penyelundupan Harley Davidson dan Brompton, Menteri BUMN Erick Thohir langsung memecat Ari karena terlibat. Saat itu, Erick juga baru tahu bahwa Garuda Indonesia memiliki cucu usaha bernama Tauberes.
"Yang menarik, dan mohon maaf kalau saya menggelitik, ada cucu Garuda namanya PT Garuda Tauberes Indonesia, saya baru tahu," ujarnya di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, akhir 2019.
Selang beberapa bulan, tepatnya pada Februari 2020, Erick pun menyebut bakal membubarkan 5 anak dan cucu usaha Garuda Indonesia karena dianggap terlalu banyak dan tidak sesuai bisnis utama perseroan. Tauberes salah satu yang dihapus.
Garuda Indonesia Punya KirimAja, Pengganti PT Tauberes yang Dibubarkan? (37956)
Pesawat Garuda Indonesia B737-800 NG dengan desain livery pesawat dengan masker terbaru hasil karya anak negeri bertajuk "Indonesia Pride". Foto: Garuda Indonesia
Tauberes berlalu, pada Juni 2020 Garuda Indonesia justru mengumumkan adanya layanan KirimAja yang merupakan cucu usaha perseroan. Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menegaskan, Tauberes dan KirimAja merupakan hal berbeda.
ADVERTISEMENT
Adapun Direktur Utama Kirim Aja merupakan Direktur Utama Tauberes yaitu Albert Burhan.
"Tauberes dan KirimAja beda banyak. Tauberes itu platform dan KirimAja itu sistem (pengiriman barang)," kata Irfan kepada kumparan, Minggu (14/2).
Dalam rilis resmi perusahaan tahun lalu, Irfan mengatakan diluncurkannya KirimAja bagian dari siasat perusahaan menyambut new normal.
Kata dia, Perkembangan pesat industri e-commerce di Indonesia serta munculnya tren baru pada era new normal, menjadikan sektor layanan logistik memiliki peran penting dalam menjembatani kebutuhan masyarakat akan layanan pengiriman barang secara cepat, tepat, dan efisien.
"Kehadiran KirimAja kami harapkan dapat menjadi langkah berkelanjutan perusahaan untuk 'tumbuh' bersama masyarakat. Dengan mengembangkan model bisnis yang dapat mendukung upaya meningkatkan daya saing layanan kargo dan logistik Garuda Indonesia serta memberi kontribusi nyata terhadap kepentingan ekonomi masyarakat luas," ujar Irfan, Juni 2020.
ADVERTISEMENT