Kumparan Logo

Garuda Indonesia Rugi Rp 1,62 T di Kuartal I 2023, Turun 50,9 Persen

kumparanBISNISverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: Reuters/Darren Whiteside
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pesawat Garuda Indonesia. Foto: Reuters/Darren Whiteside

Maskapai penerbangan milik BUMN, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dan entitas anak, mencatatkan penurunan rugi bersih pada kuartal I 2023. Perusahaan membukukan rugi bersih senilai USD 110,13 juta atau setara Rp 1,62 triliun (asumsi kurs Rp 14.712 per dolar AS), turun 50,97 persen yoy dibanding kuartal I 2022 senilai USD 224,66 juta atau setara Rp 3,3 triliun.

Dikutip dari laporan keuangan GIAA, Rabu (3/5), penurunan rugi bersih tersebut disebabkan pendapatan usaha Garuda Indonesia melonjak 72,2 persen, dari USD 350,15 juta atau Rp 5,15 triliun di kuartal I 2022 menjadi USD 602,99 juta atau Rp 8,87 triliun di kuartal I 2023. Bisnis perusahaan dari penerbangan berjadwal menyumbang pendapatan terbesar senilai USD 506,82 juta atau Rp 7,45 triliun.

Pendapatan dari penerbangan berjadwal terdiri atas penumpang senilai USD 463,19 juta serta kargo dan dokumen senilai USD 43,62 juta. Sementara penerbangan tidak berjadwal senilai USD 12,81 juta, dan segmen lainnya senilai USD 83,35 juta.

embed from external kumparan

Dari domestik, pendapatan dari Jakarta di posisi tertinggi senilai USD 486,06 juta, disusul oleh Surabaya senilai USD 35,5 juta, Makassar senilai USD 22,6 juta, dan Medan senilai USD 15,06 juta. Sedangkan untuk internasional, pendapatan Tokyo menjadi yang terbesar senilai USD 19,7 juta, Singapura senilai USD 6,73 juta, Amsterdam senilai USD 6,53 juta, Sydney senilai USD 5,98 juta, dan Shanghai senilai USD 4,69 juta.

Salah satu rencana bisnis Garuda Indonesia, yaitu penyesuaian atas armada, di mana jumlah armada grup yang semula terdiri dari 210 pesawat dikurangi menjadi 133 pesawat di 2022 dan meningkat bertahap menjadi 170 pesawat sampai dengan tahun 2026.

Pada tanggal 27 April 2023, Garuda Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama terkait angkutan udara jemaah haji reguler Indonesia tahun 1444 H dengan Kementerian Agama. Total jemaah yang diterbangkan sebanyak 104.172 orang yang tergabung dalam 287 kelompok terbang.

Sementara itu, Garuda Indonesia mencatat beban usaha naik 14,98 persen menjadi USD 605,14 juta. Kemudian, rugi periode berjalan menyusut 50,9 persen menjadi USD 110,03 juta.