Kumparan Logo

Garuda Indonesia Rugi Rp 1,71 Triliun di Kuartal I 2020

kumparanBISNISverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Maskapai Garuda Indonesia Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Maskapai Garuda Indonesia Foto: Shutter stock

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) mengalami kerugian pada kuartal I 2020. Berdasarkan laporan keterbukaan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Garuda Indonesia melaporkan rugi yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 120,16 juta atau setara Rp 1,71 triliun (kurs Rp 14.295).

Angka itu naik signifikan dibanding kuartal I 2019, di mana perseroan mencatatkan kerugian USD 20,48 juta. Sementara itu, pendapatan usaha mencapai USD 768,12 juta. Jumlah itu juga berbeda cukup signifikan dibanding kuartal I 2019 yang sebesar USD 1,09 miliar.

Total beban usaha Garuda Indonesia saat ini ada di angka USD 945,70 juta atau berbeda dengan kuartal I 2019 yang mencapai USD 1,04 miliar.

Garuda Indonesia layani penumpang saat Lebaran. Foto: Dok Garuda Indonesia

Dari segi aset, Garuda Indonesia pada kuartal I mencatatkan USD 9,14 miliar atau lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya tahun 2019 yang berada di angka USD 4,44 miliar.

Jalan maskapai penerbangan ini pada tahun 2020 tampaknya tak mudah. Selama pandemi virus corona, Garuda Indonesia menjadi BUMN yang paling terimbas. Selain mobilitas masyarakat dibatasi, pembatalan haji dan umrah tahun ini begitu menekan kinerja keuangan maskapai itu.

Imbasnya sejak Maret 2020, atau waktu di mana pasien pertama positif virus corona diumumkan, Garuda Indonesia melakukan pengurangan pegawai hingga sebagian armada pesawat dikandangkan.