Garuda Indonesia Siap Blacklist Penumpang yang Melakukan Pelecahan Seksual

20 Juni 2024 12:49 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Foto: Muhammad Darisman/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), Irfan Setiaputra mengatakan, perusahaannya berkomitmen untuk menghadapi setiap kasus unruly passenger atau penumpang yang tidak mematuhi aturan dalam penerbangan, salah satunya pelecehan seksual.
ADVERTISEMENT
“Kami di Garuda terus terang kita akan hadapin (pelaku pelecehan seksual), gak peduli latar belakangnya seperti apa, gak peduli posisinya seperti apa,” kata Irfan dalam diskusi mengenai tantangan industri transportasi udara Indonesia dalam menghadapi unruly passenger dan aerophobia di Jakarta, Kamis (20/6).
Irfan menuturkan, pernah memasukan seorang penumpang ke dalam daftar hitam atau blacklist lantaran berbuat tidak pantas. Selain itu Irfan juga bilang, pernah memenjarakan pelaku pelecehan seksual kepada awak kabin di Papua.
“Begitu Anda enggak belain mereka (awak kabin), ini (perilaku pelecehan seksual) makin merajalela,” imbuh Irfan.
Seorang pramugari berada di kursi penumpang pesawat Garuda Indonesia Airbus A330-900 Neo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Irfan mengatakan, blacklist akan dilakukan oleh Garuda Indonesia bagi penumpang yang berperilaku unruly passenger.
“Saya tidak menyarankan blacklist, tapi blacklist untuk orang yang unruly because of hobby, apalagi merasa berkuasa, dia memang punya hak, tapi kita juga harus menghargai hak orang lain,” jelas Irfan.
ADVERTISEMENT
Irfan juga mengaku iklan Garuda Indonesia tidak lagi menampilkan pramugari. Tujuannya, untuk mencegah perilaku unruly passenger.
Hal ini dikarenakan menurut Irfan, iklan yang menampilkan pramugari sama saja dengan menawarkan penumpang untuk menggunakan jasa Garuda Indonesia sekaligus melakukan hal yang tidak pantas.
“Kita sekarang tidak lagi ngeluarin iklan khusus informasi mengenai pramugari. Artinya kalau dia melakukan seksual harassment kan anda juga yang nawarin,” tutup Irfan.