Kumparan Logo

Gedung Heritage Kementerian ESDM Retak, Ini Dugaan Penyebabnya

kumparanBISNISverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ruang kerja Menteri ESDM lantai 1 Gedung Heritage Kementerian ESDM pada Selasa (30/1/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ruang kerja Menteri ESDM lantai 1 Gedung Heritage Kementerian ESDM pada Selasa (30/1/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Gedung Heritage Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terdampak renovasi bekas Gedung Wisma Antara. Kedua gedung tersebut berada di area perkantoran di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agus Cahyono, menuturkan hal ini mengharuskan Menteri ESDM Arifin Tasrif berpindah tempat kerja ke gedung Kementerian ESDM yang lain.

“Pak Menteri mulai hari ini berkantor di ruang belakang, di gedung Chairul Saleh,” kata Agus saat ditemui awak media di Kantor Kementerian ESDM pada Selasa (30/1).

Keretakan di dinding terlihat jelas di Gedung Heritage meliputi ruang kerja Menteri ESDM dan ruang tamu menteri di lantai 1, lalu ruang rapat di lantai 2. Keretakan ini terlihat jelas menyambung dari lantai 1 ke lantai 2 dari arah Utara Gedung Heritage Kementerian ESDM yang menghadap ke Monas.

Keretakan dari sebelah Utara menghadap Monas lantai 1 dan 2 Gedung Heritage Kementerian ESDM pada Selasa (30/1/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Bahkan, di ruang rapat lantai 2, keretakan di lantai telah menciptakan celah yang cukup besar. “Massa dari tanahnya itu kan karena dibolongi ada perpindahan, ada pergeseran. Tapi itu sudah diantisipasi dengan teknik-teknik itu. Dilihat, (gedung) turun,” imbuh Agus.

Meski demikian, Agus mensyukuri pembangunan Gedung Heritage yang dibuat memanjang, sehingga kerusakan yang ditimbulkan oleh pekerjaan kritis di lahan samping tidak menyebar ke bagian bangunan yang lain.

“Secara konstruksi memang terbukti gedung ini (Heritage) berfungsi dari sisi keselamatan, karena retakan-retakan memang di tempat-tempat ibaratnya kalau lego itu pas sambungan-sambungannya. Jadi membuktikan bahwa konstruksinya berfungsi, kalau enggak berfungsi, retaknya di mana-mana,” terang Agus.

Pembangunan proyek Gedung BSI dari lantai 2 di Gedung Heritage Kementerian ESDM pada Selasa (30/1/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan

Agus menyebutkan, sebagai kontraktor pembangunan, PT Pembangunan Perumahan, Tbk (PTPP) bertanggung jawab untuk melakukan penelitian kondisi dan tanah Gedung Heritage Kementerian ESDM, untuk kemudian dilakukan restorasi agar seperti sedia kala. Terlebih Gedung Heritage ini merupakan salah satu cagar budaya yang diwariskan sejak masa kolonial dan berumur hampir satu abad.

“Dari teman-teman PP sudah menyampaikan untuk melakukan, untuk meminta, untuk melihat bagaimana sih kondisi bangunan ini, dan sudah dilakukan untuk pembuktian, penelitian atas kerusakan-kerusakan yang terlihat apakah ini nanti membahayakan atau enggak, ini untuk memudahkan proses sampai nanti restorasinya,” jelas Agus.

Adapun pembangunan tersebut yang diduga menyebabkan keretakan di Gedung Heritage Kementerian ESDM berupa pekerjaan kritis, berupa pembangunan basement dan beberapa pilar.

Ruang rapat lantai 2 Gedung Heritage Kementerian ESDM pada Selasa (30/1/2024). Foto: Widya Islamiati/kumparan

“Ini dari sisi konstruksi tadi disampaikan masa yang paling kritis adalah pada saat nanti bikin basement-nya, kira-kira 1-2 bulan, Februari, Maret, April lah,” imbuh Agus.

Sehingga menurutnya, dalam jangka waktu 1 hingga 2 bulan pula lah, Menteri ESDM akan berkantor di Gedung Chairul Saleh. Di sisi lain, Agus menampik alasan kepindahan ruang kerja Menteri ESDM disebabkan oleh kebisingan akibat konstruksi.

“Kalau pindahnya karena sisi untuk memudahkan penelitian dan restorasi. Kalau berisiknya sangat akomodatif mereka, pada saat ada acara penting kita sampaikan mereka bisa menyesuaikan jadwal,” tutup Agus.