Gedung Indonesia 1, Proyek Surya Paloh dan China Sonangol yang Kini Pecah Kongsi
ยทwaktu baca 2 menit

Gedung Indonesia 1 di Jalan MH Thamrin, Jakarta, yang baru 70 persen dibangun kini dipasang plang dan baliho oleh PT Media Property Indonesia (MPI), anak usaha Media Group milik pengusaha Surya Paloh, yang pecah kongsi dengan China Sonangol.
MPI memasang plang dan baliho pada Selasa (10/8), buntut dari dugaan wanprestasi yang dilakukan oleh PT China Sonangol Media Investment (CSMI), perusahaan patungan antara MPI dan China Sonangol Real Estate (CSRE).
Proyek Gedung Indonesia 1 terbilang mewah. Nilai dari proyek ini mencapai Rp 8 triliun. Posisinya yang berada di jantung Ibu Kota Jakarta, tidak jauh dari Bundaran HI menambah kesan elite pada gedung setinggi 303 meter ini.
Gedung ini terdiri dari 7 lantai basement, 58 lantai North Tower, dan 57 lantai South Tower. Total lantai 306,000 sqm, di atas luas tanah 18,900 sqm.
Berdasarkan situs skyscrapercenter.com, North Tower akan digunakan untuk apartemen dan perkantoran. Sedangkan South Tower hanya akan digunakan untuk perkantoran.
Di situs tersebut, tertera status proyek saat ini on hold atau tertahan karena pembangunannya masih berjalan. Berdasarkan peta jalan konstruksi, pembangunan gedung ini mulai diajukan sejak 2012, konstruksi pertama kali 2015, dan target selesai 2022.
Nama China Sonangol International tercatat sebagai pengembang dari proyek ini. Adapun desain bangunannya dibuat oleh Mercurio Design Lab dari luar negeri yang bermitra dengan PT Anggara Architeam sebagai Architect of Record. Untuk design structural engineer, dilakukan Davy Sukamita & Partners Structural Engineers.
Kini, pembangunan Gedung Indonesia 1 juga digadang-gadang akan menjadi landmark baru bagi Jakarta terancam mangkrak. MPI melaporkan CSRE ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan investasi.
Perusahaan juga menggugat CSMI dan CSRE di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus), salah satunya karena ditipu pengurangan jatah saham.
Bisnis Migas Surya Paloh dan China Sonangol
Meski bersengketa di proyek Gedung Indonesia 1, Media Group dan China Sonangol masih berkongsi di bisnis minyak dan gas (migas).
Kongsi Surya Paloh dan China Sonangol di bisnis migas terjadi di Blok Cepu, Bojonegoro melalui PT Surya Energi Raya (SER) dan Sonangol EP. Kerja sama ini terjalin sejak 2009 lalu.
"Beberapa proyek masih berjalan normal. Masih (termasuk di Blok Cepu). Yang dispute adalah yang di proyek Indonesia 1," kata CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib, kepada kumparan, Rabu (11/8).
