Gelar BINA Agustus 2026, Pengusaha Ritel Bidik Transaksi Rp 25 T

Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) membidik nilai transaksi hingga Rp 25 triliun dalam gelaran program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Agustus 2026. Program tersebut berlangsung selama dua hingga tiga pekan.
Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah mengatakan target tersebut berasal dari estimasi transaksi sektor ritel, termasuk makanan dan minuman (F&B), selama penyelenggaraan program BINA.
“Harapan kami ya kalau 3 minggu acaranya, misalkan selama 2 minggu ya mungkin sekitar Rp 25 triliun,” kata Budihardjo di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (6/8).
Menurut dia, pelaku ritel yang tergabung dalam Hippindo tidak hanya beroperasi di pusat perbelanjaan, tetapi juga melalui gerai mandiri seperti minimarket, supermarket, hingga department store.
“Nah itu biasanya kami satu bulan, sektor ritel itu dengan F&B, kopi-kopi kami, restoran, KFC, semua itu, angkanya sekitar Rp 50 triliun,” ujarnya.
Dengan demikian, jika program BINA berlangsung sekitar dua pekan hingga tiga pekan, transaksi yang tercipta diperkirakan mencapai sekitar separuh dari transaksi bulanan sektor ritel.
Hippindo bersama Kemenko Perekonomian dan Kementerian Perdagangan resmi meluncurkan rangkaian program Belanja di Indonesia Aja (BINA), Hari Retail Modern Indonesia (HARMONI), serta Indonesia Retail Summit & Expo (IRSE) 2026.
Khusus untuk BINA Agustus 2026, program akan berlangsung pada 15-31 Agustus 2026 dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Program tersebut menjadi gerakan nasional untuk mendorong belanja masyarakat melalui kolaborasi pemerintah, pusat perbelanjaan, tenant, merek lokal, merek global yang beroperasi di Indonesia, serta UMKM.
