Gelar Pameran Properti Virtual, BTN Tawarkan Bunga KPR Mulai dari 4,4 Persen

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN menggelar pameran perumahan virtual mulai hari ini hingga 14 Januari 2021.
Virtual expo tersebut bisa dikunjungi di laman ipex.btnproperti.co.id untuk membeli hunian idaman. Diharapkan masyarakat semakin mudah untuk mendapatkan hunian idaman di tengah pandemi.
Direktur Utama Bank BTN, Pahala Nugraha Mansury mengatakan, pameran virtual tersebut menjadi langkah perseroan untuk mendukung catatan positif sektor perumahan yang menjadi bisnis utama BTN.
Adapun di kuartal III 2020, sektor perumahan mencatatkan pertumbuhan 2 persen (yoy). Sementara di tahun depan, sektor perumahan diharapkan bisa menjadi pendorong pemulihan ekonomi.
“Peluang sektor properti untuk tumbuh masih besar di tengah angka backlog yang tinggi. Melalui virtual expo ini, kami memberikan kemudahan akses bagi masyarakat berpenghasilan tetap dan tidak tetap untuk memiliki rumah secara online dengan bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) murah di masa pandemi COVID-19,” ujar Pahala dalam pembukaan KPR BTN Virtual Expo, Senin (14/12).
Dalam pameran yang digelar sebagai salah satu rangkaian HUT ke-44 KPR Bank BTN tersebut, perseroan menggandeng sekitar 75 pengembang properti dan ratusan proyek perumahan yang juga bisa ditinjau dan dibeli masyarakat secara virtual di btnproperti.co.id.
Untuk masyarakat berpenghasilan tetap (fixed income), Bank BTN menawarkan bunga sebesar 4,4 persen fixed selama 1 tahun. Kemudian, untuk masyarakat non-fixed income, bunga yang ditawarkan yakni sebesear 7,44 persen fixed 1 tahun.
Selain itu, BTN juga memberikan promosi berupa bebas biaya admin, provisi, dan appraisal. Promosi lainnya yang juga dapat dinikmati masyarakat adalah diskon asuransi jiwa hingga 15 persen dan top up tabungan hingga Rp 440 ribu.
“Berbagai kemudahan tersebut bisa dinikmati masyarakat Indonesia mulai 14 Desember 2020 hingga 14 Januari 2021,” jelasnya.
Dia menargerkan, BTN virtual property expo ini bisa dilihat lebih dari 1 juta pengunjung dan transaksi hingga Rp 500 miliar. Tak hanya itu, masyarakat yang ingin langsung membeli atau mengajukan KPR bisa langsung apply dalam laman tersebut.
“Kami online targetnya sebulan expo ini 1 juta pengunjung, offline satu bulan mungkin hanya 100-200 ribu pengunjung. Pameran secara virtual dari sisi jumlah pengunjung lebih tinggi, cuma yang jadi transaksi betul-betul kita upayakan,” kata Pahala.
Hingga Oktober 2020, emiten bersandi saham BBTN mencatatkan pertumbuhan positif pada segmen KPR subsidi. Perseroan mencatatkan KPR Subsidi tumbuh di level 6,09 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 104,46 triliun pada Oktober 2020. Sementara KPR nonsubsidi senilai Rp 71,91 triliun hingga bulan ke sepuluh tahun ini.
Di segmen pembiayaan syariah yang didominasi KPR pun, BTN Syariah mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,31 persen (yoy) menjadi Rp 24,56 triliun per Oktober 2020.
“Melalui pameran ini, kami harapkan mampu mendorong penyaluran kredit dan pembiayaan. Kami menargetkan secara keseluruhan kredit akan tumbuh di kisaran 2-3 persen pada akhir tahun nanti,” tambahnya.
