Gelar Rights Issue, Allobank Dapat Suntikan Modal Rp 4,8 Triliun
·waktu baca 3 menit

PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) akan segera menggelar aksi korporasi penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMTED) atau rights issue.
Dalam aksi korporasi ini BBHI akan menerbitkan 10,04 miliar saham baru dengan nominal Rp 100 per saham, sementara harga pelaksanaan rights issue ditetapkan Rp 478 per saham. Dari aksi tersebut, perseroan berpotensi meraup dana Rp 4,8 triliun.
PT Mega Corpora (MC) sebagai pemegang saham utama Allo Bank dengan kepemilikan 90 persen, telah menyatakan hanya akan mengambil bagian dan melaksanakan sekitar 30 persen dari seluruh HMETD yang menjadi haknya.
Dana yang disiapkan oleh MC untuk melaksanakan sebagian haknya ini senilai Rp 1,3 triliun. Sisa hak HMETD yang tidak diambil oleh MC, dialihkan kepada Bukalapak sebanyak 2,49 miliar saham, lalu Abadi Investment Pte.Ltd sebanyak 1,52 miliar saham, dan PT Indolife Investama Perkasa sebanyak 1,30 saham. Selain itu, ada juga H Holdings Inc. sebanyak 448,74 juta saham, Trusty Cars Pte. Ltd sebanyak 150 juta saham, dan PT CT Corpora sebanyak 408,31 juta saham.
Chairman of CT Corp, Chairul Tanjung, yang juga merupakan ultimate shareholder Allo Bank mengatakan aksi korporasi ini merupakan penggabungan berbagai ekosistem yang nantinya akan memberikan kemudahan bagi masyarakat khususnya dalam transaksi perbankan.
“Kami mengapresiasi upaya dari Growtheum Capital untuk menggabungkan beragam konsorsium yang akan memberikan kesempatan pada Bank Allo untuk menyediakan fasilitas pinjaman kepada dan menerima deposito dari seluruh masyarakat Indonesia melalui penggabungan ekosistem dari CT Corp dan para mitra strategis kami,” ujar Chairul di Main Hall BEI, Selasa (11/1).
Menurut Chairul, CT Corp memiliki lebih dari 100 juta pelanggan dengan jumlah pengguna aktif yang besar. Jumlah ini merupakan data fantastis yang bisa digunakan untuk loyalty programs dan produk-produk kredit.
Menurut Chairul dengan bergabungnya beragam perusahaan ke ekosistem tersebut maka kolaborasi ini akan membantu Bank Allo meningkatkan jumlah nasabah serta mendorong tingkat penggunaan.
Seperti diketahui, Bank Allo merupakan bank berlisensi penuh yang menawarkan produk rekening pribadi, bisnis, dan rekening gabungan (joint account) termasuk Paylater, InstantCash, tabungan dan deposito berjangka, e-wallet, Top Up, layanan pembayaran dan transfer. Dengan adanya right issue ini maka nantinya modal inti Bank Allo akan menjadi lebih dari Rp 6 triliun.
"Right Issue ini akan meningkatkan modal inti Bank Allo menjadi lebih dari Rp 6 trilium dan membuat Bank Allo menjadi salah satu bank digital dengan permodalan yang kuat di Indonesia,” ujarnya.
Allobank menjadwalkan periode cum date di pasar reguler dan pasar negosiasi pada 7 Januari 2022, sedangkan di pasar tunai jatuh pada 11 Januari 2022. Selanjutnya, periode ex right atau tanggal mulai perdagangan saham tanpa HMETD akan berlangsung pada 10 Januari 2022. Adapun periode di pasar tunai dimulai 12 Januari 2022.
Periode pencatatan (recording date) daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD Allo Bank akan dimulai pada 11 Januari 2022. Hari berikutnya atau pada 12 Januari akan menjadi periode pendistribusian HMETD kepada pemegang saham yang berhak.
Adapun tanggal 13 Januari 2022 ditetapkan sebagai periode pencatatan HMETD dan saham hasil pelaksanaan HMETD di Bursa Efek Indonesia (BEI), sekaligus menjadi awal periode perdagangan HMETD di BEI. Dengan demikian, perdagangan rights issue Allo Bank akan berlangsung selama 5 hari kerja sampai dengan 19 Januari 2022.
